KPPS Meninggal dan Keguguran dapat Santunan Dari Baznas Provinsi

Senin, 29 April 2019 | 11:25 WIB

Komisioner KPU Rembang saat bertandang ke rumah penyelenggara pemilu (KPPS) yang meninggal Nurul Hidayati (alm) di Desa Landoh Kecamatan Sulang, beberapa waktu yang lalu. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua orang penyelenggara pemilu (KPPS) di Rembang yang menjadi korban karena faktor kelelahan mendapatkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah.

Kedua korban atas nama Nurul Hidayati (alm) Warga Desa Landoh Kecamatan Sulang yang meninggal saat perjalanan pulang ke rumah, karena terlalu capek dan tidak konsentrasi dirinya mengalami kecelakaan. Sedangkan Lusiana warga Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang mengalami keguguran saat menjalankan tugas karena kelelahan.

Komisioner KPU setempat Zaenal Abidin menyatakan bahwa keduanya masing-masing mendapatkan santunan dari Baznas Provinsei sepesar Rp 10juta.

Disinggung bantuan dari KPU sendiri sampai saat ini Bidin belum mengetahui informasi lebih lanjut, terkait kapan dan berapa yang akan diberikan kepada korban. Namun pihak KPU sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas terkait bantuan kepada korban dari penyelenggara Pemilu.

“Terkait informasi lebih lanjut soal santunan, kami masih menunggu informasi dan hasil koordinasi antara KPU RI dengan Kemenkeu,” ungkap komisioner asal Gunem ini.

Bidin menambahkan total penyelenggara di Rembang yang menjadi korban berjumlah lima orang rinciannya satu orang meninggal dunia atas nama Nurul Hidayati Desa Landoh Kecamatan Sulang, satu orang sakit yaitu Joko Wahono warga Desa Kunir Kecamatan Sulang karena kelelahan sehingga harus di opname di Puskesmas setempat

Nur Shodiq warga Desa Plawangan Kecamatan Kragan mengalami kecelakaan saat mengambil printer dari TPS ke rumahnya dan dua orang keguguran atas nama Lusiana warga Sukoharjo Kecamatan Rembang dan Asmaul Husna warga Desa Suntri Kecamatan Gunem karena kelelahan.

Kelima korban tersebut namanya sudah diusulkan ke tingkat yang lebih atas untuk mendapatkan santunan. Namun yang mendapatkan bantuan dari Baznas hanya dua orang karena data korban yang masuk dalam catatan Baznas hanya dua orang.

“Kemarin yang masuk di datanya Baznas cuma dua orang tapi yang tiga orang lain kami pastikan dapat santunan dari KPU,” tegas Bidin

Pengamat politik Rembang Sugihariyadi menyatakan bahwa Pemilu kali ini merupakan proses demokrasi yang sangat mahal karena menelan korban jiwa yang tidak sedikit, kedepannya harus ada evaluasi menyeluruh sehingga sistem bisa diperbaiki.

Sampai berita ini ditulis jumlah total ada 287 anggota KPPS dari 34 provinsi yang meninggal dan KPPS yang sakit ada 2.095 orang.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan