Terbukti Korupsi, Salim Divonis Dua Tahun Penjara

Wednesday, 25 June 2014 | 18:12 WIB
M Salim saat jalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang. (Foto:jateng.tribunnews.com)

M Salim saat jalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang. (Foto:jateng.tribunnews.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bupati Non-Aktif Kabupaten Rembang Mochammad Salim akhirnya dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan pidana dua tahun penjara dan pidana denda Rp100 juta atau setara dengan enam bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto didampingi hakim Erintuah Damanik dan Agoes Prijadi dalam persidangan Rabu (25/6) siang, menyatakan bahwa Salim telah terbukti menyalahgunakan APBD Rembang tahun 2006.

Terhadap putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum maupun terpidana Mochammad Salim menyatakan pikir-pikir. Koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo menilai vonis terhadap Salim memang tidak menciderai tuntutan jaksa. Namun mestinya jaksa banding.

Majelis Hakim menengarai Salim telah sengaja bermain dalam proses pendirian PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), sebelum adanya izin dari Gubernur Jawa Tengah.

Hakim juga menganggap pendirian PT RBSJ belum dilengkapi verifikasi dari Pemprov Jateng. Terkait persoalan peminjaman dari DTT atau Dana Tak Tersangka yang tanpa dianggarkan, itu pun dianggap bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Namun, Gunasih sebagai salah satu kolega Salim di DPC Partai Demokrat Rembang menyebut vonis hakim tersebut terlalu berat. Mestinya, hakim menjatuhkan vonis tidak lebih dari satu tahun penjara. Sebab kesalahan Salim hanya administratif karena tidak ada kerugian negara.

Di persidangan tersebut, Majelis Hakim menyatakan pula bahwa Mochammad Salim telah mengarahkan PT Amir Hajar Kilsi melalui adiknya, Nur Achlis untuk membeli tanah milik Hj Rosida Said. Pembelian itu kemudian dijual kembali ke PT RBSJ seharga Rp2,3 miliar.

Setelah tanah dibeli, Salim kemudian mengemukakan pendapatnya untuk mendirikan PT RBSJ. Usul ini disetujui oleh anggota dewan pada 2 Juni 2006. Setelah itu, pada bulan Juli keluar Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2006 tentang pendirian PT RBSJ atau PT RSM dulunya.

Setelah BUMD ini mulai dibentuk, Salim kemudian meminta Siswadi untuk mengelola PT RBSJ. Salim juga dianggap mengarahkan Siswadi untuk membuka usaha kayu dan sebagainya. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan