Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Kebun Bibit Diisukan Dihentikan

Selasa, 26 Agustus 2014 | 19:31 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kebun bibit rakyat atau KBR senilai Rp1,4 miliar diisukan dihentikan. Proyek tahun 2011 itu dikabarkan telah diberi surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 oleh Kejaksaan Negeri Rembang.

Pemerhati masalah korupsi di Rembang Bambang Wahyu Widodo mengaku mendengar isu SP3 terhadap kasus kebun bibit rakyat dengan tersangka bekas pejabat di Dinas Pertanian yang telah dimutasi ke Dinas Perhubungan Suwarno. Namun Bambang belum mendapat konfirmasi kebenaran isu tersebut.

Menurutnya, jika isu tersebut benar, keputusan SP3 itu perlu dipertanyakan. Sebab sejak awal, kasus ini diangkat sendiri oleh pihak kejaksaan bahkan juga dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, sehingga muncul nama tersangka. Jika perlu dia akan mengadukan persoalan ini ke Jaksa Pengawas.

Kuasa Hukum Suwarno Darmawan Budiharto ketika dikonfirmasi menyebut isu SP3 atas kasus yang membelit kliennya masih sebatas rumor. Dia mengaku pernah bertanya perihal kabar SP3 itu, namun tidak dijawab jelas oleh sang klien. Namun dia tidak menampik beredarnya isu SP3 kasus KBR.

Darmawan sendiri juga mengaku tidak mendengar isu tersebut secara langsung, namun dia menyatakan mendengar adanya SP3. Menurutnya kabar SP3 ini berkembang sejak satu atau dua pekan terakhir. Namun dia menegaskan belum melihat fisik surat perintah penghentian penyidikan atas kasus KBR.

Untuk menjawab rumor SP3 ini, pihaknya berjanji untuk mengonfirmasikannya secara langsung ke pihak Kejaksaan Negeri Rembang pada Rabu (27/8) ini. Dia pun membenarkan, jika benar ada SP3 mestinya kuasa hukum dan tersangka diberikan surat yang sama sebagai tembusan.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi proyek kebun bibit rakyat (KBR) di lingkungan Dinas Pertanian dan Kehutanan, telah terkatung-katung selama tiga tahun. Sejauh ini memang belum ada perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah.

Proyek tersebut berawal dari kegiatan pembibitan jati dan sengon. Mestinya pembibitan dimulai dari nol, namun disinyalir ada bibit yang dibeli dalam bentuk sudah jadi. Hal itu menjadi dasar Kejaksaan Negeri Rembang, sehingga proyek kebun bibit rakyat diduga bermasalah.

Kepala Seksi Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Yuristianto belum menanggapi isu tersebut. SMS permintaan konfirmasi dari wartawan tidak berujung balasan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan