Korban Tewas Rukun Sayur asal Sumber Bertambah

Rabu, 15 Juli 2015 | 16:23 WIB
Bus Rukun Sayur menabrak pembatas jalan di KM 202 Tol Palikanci, Jawa Barat, Senin (14/7/2015). (Foto. rri.co.id)

Bus Rukun Sayur menabrak pembatas jalan di KM 202 Tol Palikanci, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). (Foto. rri.co.id)

 

SUMBER, mataairradio.com – Warga Desa Sumber Kecamatan Sumber yang tewas dalam kecelakaan maut bus Rukun Sayur di Tol Palimanan-Kanci pada Kilometer 202 bertambah. Hal itu setelah tiga korban tewas yang sempat tak dikenal, salah satunya teridentifikasi sebagai Purwanto warga Desa Sumber.

Jarwono, salah seorang warga desa itu mengaku mendengar kabar Purwanto tewas pada Rabu (15/7/2015) pagi. Tangis istri dan dua orang anak korban, seketika pecah. Menurut pihak desa, tidak ada keluarga yang menyusul jenazah korban, karena sudah ada perwakilan yang dipercaya.

“Iya, positif, Purwanto meninggal dalam insiden kecelakaan bus Rukun Sayur itu. Tidak ada keluarga yang menyusul ke sana. Sudah ada perwakilan yang dipercaya. Purwanto ini sudah biasa merantau. Anaknya dua,” tuturnya.

Sementara itu, di rumah duka keluarga Purwanto tampak belum ada persiapan seperti tahlilan dan tenda pelayat. Istri korban, Sanipah, sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia tampak ditenangkan oleh sejumlah kerabatnya.

Jarwono menambahkan, korban luka-luka yang asal Sumber juga bertambah, Andika dan Parlan. Sebelumnya, yang dikabarkan luka-luka hanya Ngari dan Muhammad Shona Mahsun, sedangkan korban tewas bernama Ali Sodikin. Pihak desa belum mendapat konfirmasi kedatangan jenazah korban.

“Kalau yang di rumah duka Purwanto belum ada persiapan. Istrinya saja ini histeris dan coba ditenangkan kerabat. Ya, jadi yang meninggal dua, semua dari RT 1 RW 3. Yang luka-luka empat, tiga dari RT yang sama, satu atas nama Andika itu dari RT 2 RW 4,” terangnya.

Kecelakaan tunggal bus “Rukun Sayur” terjadi di Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Kilometer 202 pada Selasa (14/7/2015) siang. Kecelakaan itu akibat sopir bus mengantuk sehingga tak bisa mengendalikan laju kendaraan.

Bus yang sudah berumur 20 tahun itu mengangkut pekerja bangunan dan berangkat dari Tanjung Priok. Polisi juga memastikan, pengemudi bus yang turut tewas dalam insiden itu merupakan sopir serep, sedangkan pengemudi utamanya, turut menjadi korban luka-luka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan