Korban Tanah Amblas Kedunglowo Minta Bantuan Segera Dicairkan

Senin, 13 Januari 2014 | 16:07 WIB
Bekas rumah milik Lasmin, warga Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, yang terseret longsor. (Foto:Puji)

Bekas rumah milik Lasmin, warga Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, yang terseret longsor. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Korban tanah amblas di Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang meminta kepada Pemkab Rembang agar segera mencairkan dana bantuan sebesar Rp10 juta yang sempat dijanjikan. Selain kondisi tanah dan rumah yang lama sudah tidak bisa ditempati, mereka mengaku telah mendapat lahan untuk pindah.

Ada tiga keluarga yang rumahnya longsor dan terpaksa dirobohkan akibat tanah amblas di Kedunglowo, yakni keluarga Jayin, Lasmin, dan Edi Santoso. Jayin kini sudah membeli sebidang tanah, sedangkan Edi Santoso telah dibantu sebidang tanah oleh keluarganya. Sementara Lasmin, memilih menumpang ke tempat anaknya.

Lasmin berharap, janji Pemkab untuk membantu korban tanah amblas, segera ditunaikan. Pemkab berjanji membantu mereka Rp10 juta per keluarga. Bagi mereka, bantuan tersebut penting agar kembali memiliki hunian yang layak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni yang sempat menyampaikan janji memberikan bantuan kepada keluarga korban, menyatakan bantuan itu belum bisa dicairkan pada saat ini.

Daftar isian anggaran atau DPA pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih dalam tahap proses penyelesaian administrasi. Uang persediaan pun baru diteken Bupati pada 10 Januari kemarin.

Namun Sekda memastikan, pencairan bantuan untuk tiga keluarga korban tanah amblas Kedunglowo, sudah bisa dilakukan sebelum Januari berakhir atau tidak sampai langkah di bulan Februari. Prinsipnya, begitu DPA 2014 ditetapkan, pencairan bisa dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, luas tanah amblas di wilayah RT 1 RW 5 Dusun Kedunglowo Desa Landoh, meluas. Tiga keluarga korban tanah amblas, kini tak lagi menempati wilayah rumah lama mereka.

Kepala Desa Landoh Kecamatan Sulang Gandri mengatakan, pihak desa sempat memberikan tawaran sebagian tanah aset desa kepada keluarga Lasmin. Namun tawaran ditolak karena Lasmin ingin tinggal bersama anaknya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan