Tekan Korban, Sosialisasi Puting Beliung Masih Perlu Digenjot

Sabtu, 10 Januari 2015 | 17:23 WIB
Dua rumah roboh dan 121 rumah lainnya rusak akibat terjangan angin puting beliung di Desa Kepohagung dan Mlawat Kecamatan Pamotan, Kamis (8/1/2015) petang kemarin. (Foto:Pujianto)

Dua rumah roboh dan 121 rumah lainnya rusak akibat terjangan angin puting beliung di Desa Kepohagung dan Mlawat Kecamatan Pamotan, Kamis (8/1/2015) petang kemarin. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sosialisasi tentang potensi bencana angin puting beliung di Kabupaten Rembang masih perlu digenjot.

Sebab, banyak warga yang ternyata belum mengetahui deteksi dini bencana tersebut.

Padahal, pengetahuan tentang potensi bencana diperlukan untuk mencegah korban jiwa.

Saat terjadi bencana angin puting beliung di Desa Kepohagung dan Mlawat Kecamatan Pamotan, Kamis (8/1/2015) kemarin, warga mengaku buta tentang indikasi bencana puting beliung.

Kaur Pembangunan Desa Kepohagung Ahmad Rokhim mengatakan, hampir semua warga tidak tahu, bila panas terik yang tiba-tiba berubah menjadi gelap akibat mendung pada sore hari, ternyata bisa mengundang puting beliung.

“Beruntung, tidak sampai timbul korban jiwa akibat kejadian bencana angin puting beliung, kemarin (8/1/2015),” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso mengakui, sosialisasi tentang potensi bencana, terutama puting beliung, masih perlu digencarkan.

“Sosialisasi semacam itu memang penting guna menekan kemungkinan jatuhnya korban,” ujarnya.

Menurutnya, warga memang perlu memahami arti perubahan cuaca yang mendadak.

“Meski sudah sering kami sampaikan imbauan melalui media, namun sosialisasi langsung ke desa-desa, tetap diperlukan,” tandasnya.

Suharso merencanakan untuk membuat semacam brosur sederhana yang memuat deteksi dini bencana.

“Kami merasa tertantang untuk lebih giat dan lebih siaga dalam penanganan bencana di daerah ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua rumah roboh dan 121 rumah lainnya rusak akibat terjangan angin puting beliung di Desa Kepohagung dan Mlawat Kecamatan Pamotan, Kamis (8/1/2015) petang kemarin.

Tiga orang juga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat insiden bencana tersebut.

Hingga Sabtu (10/1/2015) ini, beberapa warga di dua desa tersebut, masih melakukan pembersihan lingkungan dari genting-genting yang berterbangan dan memperbaiki atap yang sempat rusak akibat terjangan lisus.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan