Tiga Korban Longsor Kedunglowo Akan Direlokasi, Talut Menyusul

Monday, 6 January 2014 | 14:59 WIB
Bekas rumah milik Lasmin, warga Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, yang terseret longsor. (Foto:Puji)

Bekas rumah milik Lasmin, warga Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, yang terseret longsor. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Tiga korban longsor di Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, akan segera direlokasi ke wilayah lain yang dianggap lebih aman. Tempat tinggal mereka yang sekarang dianggap tidak lagi aman dari ancaman longsor susulan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni, seusai meninjau lokasi dan korban longsor Kedunglowo pada Senin (6/1) siang mengungkapkan, relokasi bisa memakai tanah desa, jika tersedia. Namun apabila tidak ada tanah desa yang bisa dimanfaatkan, masyarakat akan diajak berembug untuk turut berpartisipasi mencarikan.

Pemkab memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada tiga keluarga yang rumahnya roboh akibat longsor. Sekda menyebut, bantuan untuk keperluan relokasi sebagai pilihan kedua yang diambil, karena penanganan longsor dengan pembangunan talut dan tanggul, membutuhkan waktu lama.

Menurut hitung-hitungan secara kasar, dibutuhkan pembangunan tanggul berikut talut sepanjang 200 meter, untuk membebaskan warga di RT 1 RW 5, dari ancaman longsor. Sekda menilai, rencana itu membutuhkan dana besar dan tidak bisa dicukupi pada tahun ini. Sebab, APBD 2014 sudah disahkan dan di APBD Perubahan nanti, juga sulit diadopsi.

Hamzah menjelaskan, pembangunan tanggul diperlukan karena jika hanya talut, longsor masih berpotensi mengancam. Tanggul memungkinkan tanah tidak lagi “bergerak” dan amblas. Yang paling mungkin, penanganan permanen terhadap longsor Kedunglowo, dianggarkan melalui APBD Induk 2015.

Dia berharap, bantuan sebesar Rp10 juta bisa dimanfaatkan untuk paling tidak mengakses tanah baru. Jika pun nanti ada partisipasi dari masyarakat dalam bentuk kerja bakti, pemkab akan kembali mencarikan dana bantuan.

Tiga korban longsor yang akan direlokasi adalah Keluarga Jayin, Lasmin, dan Edi Santoso. Sebenarnya selain ketiga keluarga tersebut, masih ada enam keluarga yang terancam bencana serupa.

Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak Pemerintah Desa Landoh, sebenarnya ada tanah banda desa. Namun peruntukannya bukan untuk permukiman, melainkan lahan pertanian alias bengkok. Kepala Desa Landoh Gandri menyatakan akan segera berembuk dengan komponen masyarakat, untuk membantu mencarikan dana swadaya bagi ketiga korban longsor. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan