Korban Banjir Balongmulyo Butuh Bantuan Selimut dan Sembako

Sabtu, 25 Januari 2014 | 19:27 WIB
Banjir masih menggenangi beberapa rumah di RT 1 RW 1 Balongmulyo Kecamatan Kragan. (Foto:MataAirRadio.net)

Banjir masih menggenangi beberapa rumah di RT 1 RW 1 Balongmulyo Kecamatan Kragan. (Foto:MataAirRadio.net)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Sedikitnya delapan keluarga korban banjir di Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan membutuhkan bantuan berupa selimut dan bahan makanan alias sembako dari pihak terkait. Hingga Sabtu (25/1) siang, delapan rumah masih tergenang air setinggi 20 centimeter.

Muryani, salah satu korban banjir mengaku rumahnya tergenang dalam empat hari terakhir. Rumah sekaligus warung kopi tempat usahanya sempat digenangi air setinggi 40 centimeter, sebelum menjadi 20 centimeter pada saat ini. Wagini, tetangganya, bahkan telah mengungsi.

Dia juga mengaku tidak bisa beraktivitas sekarang. Tiga orang anggota keluarganya membutuhkan bantuan berupa selimut dan bahan pokok untuk menyambung hidup. Warga setempat menyebut genangan air di permukiman, lamban surut.

Siti Khoiriyah, korban banjir lainnya mengaku prihatin akibat genangan air di rumahnya. Dia juga tidak bisa beraktivitas apa-apa. Sehari-hari pada hampir sepekan ini, dia hanya berdiam diri di rumah. Duduk dan istirahat di atas ranjang tempat tidur.

Keluarganya mengharap bantuan cepat dari Pemerintah atau pihak terkait berupa selimut, pakaian pantas pakai, dan bahan makanan pokok. Hasil pekerjaan suaminya sebagai sopir juga tersendat, seiring lumpuhnya sebagian Jalur Pantura.

Anak semata wayangnya pun sudah hampir sepekan tidak sekolah. Baju seragam sekolah anaknya, nyaris semuanya basah. Dia menegaskan harapannya, agar bantuan segera mengucur.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang, Sabtu (25/1) siang mengirimkan bantuan berupa selimut, pakaian pantas pakai, dan perlengkapan keluarga termasuk sembako untuk para korban banjir di wilayah Kecamatan Kragan.

Kepala Markas PMI Rembang Catur Umi Syarifah mengatakan, bantuan yang dihimpun masih terbatas. Dia pun berharap adanya partisipasi dari anggota masyarakat untuk membantu korban bencana banjir melalui PMI. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan