Konvoi Pelajar Seusai Pengumuman Kelulusan Jadi Sorotan

Sabtu, 16 Mei 2015 | 17:25 WIB
Konvoi sejumlah pelajar seusai pengumuman kelulusan menjadi sorotan. Aksi mereka tidak selayaknya dilakukan, terutama di Jalur Pantura. (Foto: mataairradio.com)

Konvoi sejumlah pelajar seusai pengumuman kelulusan di Jalur Pantura. (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Konvoi atau iring-iringan kendaraan dari para pelajar seusai pengumuman kelulusan menjadi sorotan. Aksi mereka tidak selayaknya dilakukan, terutama di Jalur Pantura, karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan mencelakakan pengendara.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Zaimul Umam mengaku masih memaklumi apabila perayaan kelulusan dilakukan dengan aksi coret-coret. Meskipun, yang demikian tetap saja kurang patut dilakukan.

“Lebih baik, seragam mereka disumbangkan kepada adik kelas yang membutuhkan,” ujarnya kepada mataairradio, Sabtu (16/5/2015).

Namun jika perayaan kelulusan dilakukan dengan berkonvoi di Jalur Pantura, seperti yang terjadi seusai pengumuman kelulusan SMA kemarin, maka patut ditertibkan. Apalagi para siswa itu cukup banyak yang tidak mengenakan helm.

“Bahkan ada yang karena kurang perigel berkendara, terjatuh kecelakaan,” tandasnya.

Agar tidak terulang di masa mendatang, perlu ada koreksi bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua. Paling tidak, sebelum pengumuman kelulusan, ada semacam imbauan yang menjurus larangan, agar mereka tidak berkonvoi.

“Bagaimana pun, sekolah tetap memiliki tanggung jawab terhadap siswanya di luar sekolah. Demikian juga para orang tua,” tegasnya.

Terlebih, dalam waktu yang tidak lama lagi, akan ada pengumuman kelulusan siswa di tingkat SMP. Menurut Umam, persoalan konvoi tidak hanya berlaku atas siswa SMA, tetapi SMP pun, berpotensi menggelar iring-iringan kendaraan untuk merayakan kelulusan.

Agar potensi itu tidak berubah menjadi kenyataan bahkan ancaman keselamatan, pihaknya berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi. Ia akan melihat jadwal di komisinya, sebelum melakukan pembahasan mengenai antisipasi konvoi.

“Jika perlu, kami akan bersinergi dengan pihak kepolisian. Tentu saja melalui Dinas Pendidikan,” terangnya.

Seusai pengumuman kelulusan, Jumat (15/5/2015) sore kemarin, aparat kepolisian langsung siaga di beberapa titik jalur Pantura Rembang, karena iring-iringan sepeda motor pelajar memadat. Beberapa kali anggota polisi pengurai massa, membubarkan konvoi mereka.

Mereka diminta agar tidak melaju di Jalur Pantura, karena khawatir mengganggu lalu lintas, sekaligus rawan kecelakaan. Rombongan pelajar selanjutnya diarahkan masuk menuju Jalan Kartini dan Jalan Pemuda. Ironinya, seusai pawai, beberapa dari mereka langsung masuk warung kopi yang tak seronok.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan