Konsumsi Listrik Melonjak Selama Ramadan di Rembang

Jumat, 25 Mei 2018 | 15:21 WIB

Kabel jaringan listrik PLN di bilangan Jalan Pemuda Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Konsumsi listrik pada sektor rumah tangga melonjak signifikan pada bulan Ramadan 1439 Hijriyah di Kabupaten Rembang.

PLN Rayon Rembang mencatat, secara beban pada trafo, jika sebelum Ramadan hanya 80-90 persen, maka sejak bulan Puasa, terjadi kenaikan hingga 150 persen.

Supervisor Teknik PLN Rayon Rembang Nila Dewanti menyebutkan, lonjakan pemakaian listrik ini mengakibatkan trafo kelebihan muatan, sehingga beberapa kali terjadi padam.

“Secara megawatt listrik, sudah ada kenaikan sebesar 10 persen dari konsumsi bulan lalu,” terangnya tanpa membeber berapa watt kenaikan konsumsi listrik saat Puasa.

Kepada mataairradio, Jumat (25/5/2018) siang, PLN mengungkapkan, kenaikan pemakaian listrik secara signifikan terjadi di sektor rumah tangga, sedangkan di sektor industri menurun.

“Masyarakat yang ketika di luar Ramadan tidak banyak beraktivitas pada dini hari, kini penuh kegiatan seperti sahur,” terangnya.

Sementara di sektor industri, ia menyebut, justru mematikan listrik pada jam-jam tertentu, baik karena kegiatan ibadah maupun akibat pengurangan jam kerja.

“Apalagi, di Kabupaten Rembang, jumlah pelanggan PLN lebih banyak rumah tangga, ketimbang industri,” jelasnya.

Nila mengklaim, pihaknya selalu berusaha menjaga kehandalan pasokan listrik, terutama saat Ramadan dan Lebaran.

“Seluruh petugas pengantisipasi gangguan selalu kami siagakan, selama 24 jam,” tegasnya.

Belakangan, aliran listrik PLN sering dilaporkan padam. Tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di perdesaan, sehingga dikeluhkan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan