KONI Rembang Segera Ground Breaking Gedung Baru

Sabtu, 4 Oktober 2014 | 14:28 WIB
Setumpuk pasir dan batu bata merah di lokasi bakal pembangunan gedung baru KONI Rembang di kompleks Stadion Krida, Sabtu (4/10) siang. (Foto: Pujianto)

Setumpuk pasir dan batu bata merah di lokasi bakal pembangunan gedung baru KONI Rembang di kompleks Stadion Krida, Sabtu (4/10) siang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang segera membangun gedung baru senilai Rp385 juta. Namun ground breaking atau awal peletakan batu pertama belum dilakukan, padahal kontrak pembangunan gedung oleh rekanan sudah diteken pada 29 September kemarin.

Gedung baru KONI Rembang menempati kompleks luar Stadion Krida Rembang, sisi barat arena futsal Dampo Awang. Hingga Sabtu (4/10) siang, baru setumpuk pasir dan batu bata merah yang teronggok di lokasi bakal pembangunan, sehingga belum ada aktivitas pembangunan apa pun.

Sekretaris KONI Rembang Syaiful Burhan mengatakan, ground breaking akan dilakukan pada pekan depan. Karena setelah teken kontrak, rekanan punya waktu untuk melakukan sejumlah kegiatan pengukuran.

“Intinya pekerjaan pembangunan gedung baru KONI dijadwalkan menelan waktu 90 hari, terhitung sejak teken kontrak atau hingga 27 Desember 2014,” ujarnya.

Nantinya, gedung baru KONI akan menampung aktivitas sejumlah pengurus cabang (pengcab) olahraga, khususnya yang belum memiliki kantor sendiri. Ia menyatakan, keberadaan gedung baru penting dan diperlukan, mengingat selama ini KONI harus menumpang kantor di kompleks Balai Kartini.

“Selama ini kan pinjam dan kita tidak punya tempat permanen. Nantinya kegiatan pengcab bisa difasilitasi di gedung baru ini. Kita punya 29 pengcab yang saat ini ada 60-70 persen yang sangat aktif. Yang belum punya kantor saja yang kita wadahi,” katanya menjelaskan.

Pihaknya belum memetakan pengcab yang akan berkantor di Gedung KONI. Pengcab PSSI dan Pengcab Biliar yang selama ini menghuni kompleks Stadion Krida Rembang, juga belum dipastikan bakal diboyong ke kantor baru KONI nanti, ataukah tidak.

“Memiliki gedung sendiri menjadi sesuatu yang sangat melegakan. Kegiatan rapat koordinasi akan menjadi lebih efektif, meski bangunan hanya terdiri atas satu lantai. Mana-mana pengcab yang bisa berkantor sekaligus di gedung baru KONI, belum kita petakan,” tandasnya.

Sejumlah kalangan berharap, rencana gedung baru perlu diimbangi dengan peningkatan prestasi. Isnaini, warga Pamotan berharap, jangan sampai muncul kenyataan, begitu bergedung baru, prestasi atlet binaan KONI Rembang malah merosot.

“Contohnya, ketika Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah pada Oktober tahun lalu, KONI Rembang hanya berada di peringkat ke-26 dari 35 kabupaten. Padahal dananya besar (Rp4,5 miliar, red.),” kritiknya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan