Kompresor Meletus, Tukang Tambal Ban Luka Parah

Kamis, 30 Juli 2015 | 17:26 WIB
Korban, Ashadi, dimasukkan ambulans untuk diupayakan pertolongan medis di Puskesmas Sale, sesaat setelah kejadian kompresor miliknya yang meletus, Kamis (30/7/2015). (Foto: Pujianto)

Korban, Ashadi, dimasukkan ambulans untuk diupayakan pertolongan medis di Puskesmas Sale, sesaat setelah kejadian kompresor miliknya yang meletus, Kamis (30/7/2015). (Foto: Pujianto)

 
SALE, mataairradio.com – Seorang tukang tambal ban bernama Ashadi warga RT 1 RW 3 Desa Sale Kecamatan Sale terluka parah setelah terkena letusan selang kompresor ketika memasukkan angin ke ban serep kendaraan pelanggannya, Kamis (30/7/2015) pukul 09.30 WIB.

Awalnya, Yadi, sopir truk bermuatan susu dari Bojonegoro menuju Kudus menambal ban serep di kios milik korban. Begitu selesai, Ashadi memasukkan angin ke ban itu dengan tekanan sampai 140 Psi. Tetapi korban masih menambah lagi tekanan angin ke ban, karena biasanya sampai 170 Psi.

Diduga akibat tekanan yang berlebih, justru bagian ujung kompresor, meletus. Saat itu juga korban terlempar. Yadi pun mengaku sempat tertutup debu di mukanya. Begitu melek mata, dia melihat Ashadi terluka parah.

“Biasanya diisi 170, tapi ini tadi baru 140 sudah saya minta berhenti. Tapi nekat ditambahi sedikit. Waktu terdengar suara duar, saya ya di dekat korban. Bukan ban yang meletus, tetapi ujung kompresornya,” ujar Yadi sambil menunjukkan ban serepnya yang masih utuh keras.

Setelah mengetahui korban tergeletak dengan banyak pendarahan dari hidung dan dahi, warga sekitar langsung saja membawa Ashadi ke Puskesmas Sale. Sesampainya di puskesmas, korban langsung ditangani.

Namun karena kondisi luka korban yang parah dan tidak sadar, petugas medis puskesmas pun merujuknya ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Hanya saja, lantaran lukanya cukup parah, korban dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang.

Sementara, petugas dari Polsek Sale langsung meluncur ke tempat kejadian perkara untuk melalukan olah TKP.

Nyoman, petugas dari Polsek Sale menyebutkan, korban mengalami luka robek selebar dua centimeter pada dahi serta patah ibu jari tangan kiri. Ashadi juga mengalami pendarahan lewat hidung dan menderita krepitasi atau suara pada tulang dahi.

“Bannya masih utuh. Itu ujung kompresor dekat mulut selang yang meletus,” katanya

Kapolsek Sale Ajun Komisaris Isnaeni meminta kepada para tukang tambal ban agar mengutamakan keselamatan. Menurut dia, biasanya ujung selang dari kompresor yang aus, tidak segera diganti, tetapi hanya diikat dengan kawat, sehingga rawan bocor.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan