Komnas PA Laporkan Guru SD Terduga Cabuli Murid

Kamis, 7 Maret 2019 | 17:17 WIB

Polres Rembang. (Foto:sitipol-rembang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Rembang melaporkan seorang guru agama di Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Sendangcoyo, yang diduga telah mencabuli lebih dari satu anak didiknya.

Oknum berinisial AG yang berasal dari Dukuh Tulis Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa muridnya saat mengajar praktek ibadah di masjid dekat dengan sekolahan.

Ketua Bidang Hukum pada Komnas PA setempat, Jalaluddin mengaku, pihaknya telah melaporkan AG kepada pihak Kepolisian Resor Rembang pada Rabu (6/3/2019) pukul 14.00 WIB.

Ia mengungkapkan, saat pelaporan tersebut pihaknya diterima secara langsung oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) pada Polres Rembang, Ipda Yeni.

“Laporan ini atas nama Komnas PA kabupaten Rembang. Karena, tindakan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh AG adalah delik pidana umum, sehingga yang berhak melapor tidak hanya pihak korban,” terangnya.

Apalagi, ia melanjutkan, Komnas PA diberikan mandat untuk melindungi dan memberi kenyamanan terhadap anak-anak, maka secara otomatis Komnas PA merupakan representasi dari anak selaku korban.

“Harapan kami, pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini. Apalagi Kami memiliki bukti rekaman video, berupa pengakuan AG saat proses klarifikasi antara wali murid dengan pihak sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh reporter MataAir Radio terkait kebenaran pelaporan terhadap terduga pelaku cabul, Pihak Kepolisian Polres Rembang belum bisa memberikan keterangannya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan