Komite dan Guru SD Ngadem Minta Kepsek Diganti

Sabtu, 21 November 2015 | 16:37 WIB
Ketua Komite SD Negeri Ngadem Kecamatan Rembang, Parman menunjukkan surat pernyataan yang dibuat lima guru terkait permintaan mereka agar kepala sekolah setempat diganti atau dipindah. (Foto: Pujianto)

Ketua Komite SD Negeri Ngadem Kecamatan Rembang, Parman menunjukkan surat pernyataan yang dibuat lima guru terkait permintaan mereka agar kepala sekolah setempat diganti atau dipindah. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komite dan guru SD Negeri Ngadem Kecamatan Rembang meminta kepada pihak Dinas Pendidikan agar Kepala SD setempat diganti atau dipindah.

Kekurangan guru negeri di SD itu disebut ikut dipicu oleh sikap otoriter kepala sekolah, sehingga sebagian guru tidak betah.

Ketua Komite SD Negeri Ngadem Parman mengaku pernah didatangi oleh guru-guru negeri di SD-nya, setelah Lebaran lalu.

“Ketika itu 5 orang guru membuat surat pernyataan yang isinya meluapkan suasana tidak nyaman, kurang kondusif, dan sering kisruh di SD Negeri Ngadem,” bebernya.

Kondisi tersebut disebut muncul lantaran kepemimpinan Kepala Sekolah Siti Ulfah. Atas pernyataan para guru negeri itu, orang tua siswa melalui komite sekolah melakukan klarifikasi.

“Menurut kepala sekolah tidak ada masalah, tetapi para guru sudah tidak nyaman dengan sikap otoriter Kepala Sekolah,” terangnya.

Berdasarkan penelusuran di SD Negeri Ngadem, terungkap bahwa kepala sekolah sering tidak jenak di sekolah. Sebentar saja di kantor, tetapi cepat keluar sekolah.

Beberapa guru mengaku masih berpikiran positif, karena bisa saja kepala sekolah punya urusan dinas luar. Namun para guru di SD Negeri Ngadem menjadi tidak sering bisa berkomunikasi dengan kepala sekolahnya.

Di 15 menit jam istirahat, antara guru dan kepala sekolah, sangat jarang terlibat perbincangan, misalnya hal-hal ringan soal ide memajukan sekolah.

Triyono, Wakil Kepala Sekolah sekaligus guru Kelas VI di SD tersebut menyatakan terus terang, para guru ingin ada pergantian kepala sekolah. Tidak hanya guru, tetapi juga orang tua siswa melalui komite sekolah.

“Iya saya akui ingin ada pergantian kepala sekolah. Manajemen kepala sekolah ini kurang bagus. Sulit diajak komunikasi untuk memajukan sekolah,” ungkapnya.

Triyono mengakui, ada guru yang tidak betah dengan perlakuan kepala sekolah, sehingga memilih mengajukan pindah mengajar ke SD Negeri 4 Kutoharjo.

Kelas V yang ditinggal pindah guru tersebut, kini jadi sering kosong, meskipun kadang diampu oleh Triyono atau guru honorer sekolah.

Kepala SD Negeri Ngadem Siti Ulfah tidak sedang berada di sekolahnya, Sabtu (21/11/2015) pagi.

Menurut informasi yang dihimpun, Ulfah sedang ada urusan keluarga di Brebes. Reporter MataAir Radio sempat mengontak nomor seluler Ulfah dan mengiriminya pesan singkat konfirmasi, tapi tidak dibalas.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan