Komisi A Bujuk Warga Setujui Pabrik Beton

Senin, 9 Maret 2015 | 18:11 WIB
Warga Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang ketika audiensi dengan Komisi A DPRD Rembang di Ruang Badan Anggaran, Senin (9/3/2015) pagi,. (Foto: Pujianto)

Warga Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang ketika beraudiensi dengan Komisi A DPRD Rembang di Ruang Badan Anggaran, Senin (9/3/2015) pagi,. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Belasan warga Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang mendatangi Kantor DPRD Rembang, Senin (9/3/2015) pagi.

Mereka datang untuk beraudiensi dengan anggota dewan terkait sikap warga yang menolak keberadaan pabrik beton di dusunnya.

Namun pada audiensi yang berlangsung selama 1,5 jam sejak pukul 10.30 WIB, warga menerima hasil mengecewakan.

Komisi A DPRD yang menemui mereka di Ruang Badan Anggaran, justru membujuk warga agar menerima saja keberadaan pabrik beton.

“Menerima keberadaan pabrik tidak berarti menghilangkan hak warga untuk menerima kompensasi dan jaminan bebas polusi, tetapi agar dicapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” kata Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas.

Jika pertemuan demi pertemuan terus buntu, dia mengembalikannya ke peraturan perundangan.

Kepala Dusun Nyikaran Haryanto yang mewakili warga menilai, kepindahan pabrik beton milik PT Varia Usaha Beton sebagai solusi terbaik.

“Sebab, selain mengganggu warga karena jarak pabrik dengan permukiman terlalu dekat, gesekan antar-warga yang pro dan kontra sudah mulai terjadi,” katanya.

Apalagi, dia mengaku tahu persis, proses perizinan pabrik beton itu dilakukan dengan cara tidak benar.

Ada persetujuan izin gangguan yang salah satunya tidak diteken langsung oleh warga yang bersangkutan.

“Selain itu pun, sosialisasi soal pabrik dilakukan ketika bangunan telah berdiri,” tandasnya.

Dia menegaskan, gangguan yang dirasakan warga saat ini adalah polusi udara dan suara. Debu liar tampak jelas berterbangan pada malam hari.

Demikian pula dengan suara bising dari mesin, hampir tiap malam.

Padahal, pabrik beton itu berkomitmen untuk hanya beroperasi hingga pukul 15.30 WIB.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Samsi yang turut hadir pada audiensi itu mengungkap beberapa komitmen yang dibuat PT Varia Usaha Beton.

“Soal debu dan kebisingan ada ambang batasnya, sehingga warga mestinya tidak resah dan terganggu,” katanya.

Varia Usaha berkomitmen hanya akan beroperasi mulai pukul 08.00-15.30 WIB pada setiap hari Senin-Jumat dan pukul 08.00-13.00 WIB pada setiap hari Sabtu serta libur setiap hari Minggu.

“Kami tak tahu jika pabrik beroperasi kadang hingga larut malam, sebelum ada informasi dari masyarakat,” tegasnya.

Audiensi yang tidak dihadiri oleh pihak Varia Usaha Beton, akhirnya berujung buntu.

Warga kukuh pada pendiriannya untuk meminta pabrik beton pindah dari dusun mereka.

Sementara Komisi A DPRD terkesan sudah angkat tangan membantu warga tersebut untuk keluar dari polemik pabrik beton.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan