Klaim Layanan Jamkesmas 2013 di Rembang Menunggak Rp10 Miliar

Selasa, 4 Maret 2014 | 16:36 WIB
Seorang dokter tampak usai melakukan aktivitas pemeriksaan terhadap pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto Pujianto)

Seorang dokter tampak usai melakukan aktivitas pemeriksaan terhadap pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pembayaran klaim atas layanan bagi peserta jaminan kesehatan masyarakat atau Jamkesmas tahun 2013 di Kabupaten Rembang ternyata masih menyisakan tunggakan hingga Rp10 miliar lebih, sampai Selasa (4/3) ini. Kementerian Kesehatan belum membayar tagihan klaim layanan jamkesmas sebesar Rp9,7 miliar untuk rumah sakit umum daerah, dan Rp365 juta untuk 16 puskesmas di Kabupaten Rembang.

Piutang rumah sakit dan puskesmas sebanyak itu mengancam kualitas layanan terhadap pasien. Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengaku repot. Operasional rumah sakit seperti belanja modal dan pengadaan kelengkapan peralatan, menjadi terganggu.

Namun menurut Giri, penanganan terhadap pasien seperti layanan obat dan pemeriksaan kesehatan, masih tetap bisa berjalan sesuai standar. Dia juga mengungkapkan, klaim atas layanan jamkesmas yang belum terbayar merupakan tagihan sejak pertengahan Agustus hingga Desember 2013.

Sejauh ini rumah sakit hanya mendapat informasi, tagihan klaim atas layanan peserta jamkesmas diperkirakan baru dibayar pada tahun 2015. Lantaran masih belum pasti, pihak rumah sakit mengaku tidak berani mencari dana talangan yang bersifat jangka pendek.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii menambahkan, selain di rumah sakit, pembayaran klaim atas layanan bagi peserta jamkesmas juga masih menyisakan piutang di 16 puskemas. Ali juga menyebutkan, tagihan yang belum terbayar nilainya Rp365 juta, berasal dari klaim pelayanan di bulan Desember 2013. Tagihan paling banyak dari Puskesmas Sarang, Kragan II, dan Rembang Kota.

Menurut dia, gelontoran dana empat miliar rupiah dari Pemerintah Pusat untuk Pemkab Rembang guna membayar klaim layanan peserta jamkesmas di tahun 2013, kenyataannya tidak cukup. Ada beberapa pasien yang sampai berkali-kali menggunakan kartu jamkesmas untuk mendapat layanan kesehatan, dalam kurun satu tahun.

Ali mengklaim, belum dibayarkannya tagihan kepada puskesmas, tidak sampai mengganggu kinerja pelayanan terhadap pasien. Hal ini karena jatah anggaran dari Pusat untuk klaim peserta jamkesmas di puskesmas, masuk terlebih dahulu ke kas daerah. Mekanisme pembayarannya pun dilakukan sesuai tata kelola keuangan daerah. Sementara tagihan dari rumah sakit berbeda karena berurusan langsung dengan Kementerian Kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat, sepanjang 2013, ada sekitar 460.000 pasien yang menjalani rawat jalan di 16 puskesmas. Sementara pasien rawat inap di semua puskesmas pada tahun 2013 , jumlahnya sekitar 9.000 orang. Ali Syofii juga mengatakan, tagihan klaim itu diperkirakan baru dibayar pada 2015 atau paling cepat akhir 2014 melalui APBN Perubahan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan