Kirab Satu Negeri Disambut 1.000 Meter Merah Putih di Rembang

Selasa, 16 Oktober 2018 | 03:41 WIB

Kirab Satu Negeri (KSN) melintasi wilayah Kabupaten Rembang melalui perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur di Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, pada Senin (15/5/2018) siang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kirab Satu Negeri (KSN) melintasi wilayah Kabupaten Rembang melalui perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur di Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, pada Senin (15/5/2018) siang.

Kirab dilakukan dengan mengibarkan 17 pataka atau bendera merah putih. Pataka yang melintasi Rembang ini sebelumnya diberangkatkan dari salah satu pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Peserta kirab disambut dengan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter yang dibentangkan dari gapura perbatasan Jatim-Jateng.

17 pataka diserahterimakan oleh peserta kirab dari Kabupaten Tuban Jawa Timur di kawasan tugu perbatasan dengan Jawa Tengah melalui prosesi apel.

Tampak hadir Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur Moh Abid Umar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, Kasatkorwil Banser Jateng Muchtar Makmun, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro’, serta para tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan Sarang.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro’ mengatakan Kirab Satu Negeri digelar secara serentak untuk menolak ancaman kedaulatan bangsa dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah konsensus nasional dan yang menamakan diri atas nama agama tertentu.

“Konsensus nasional itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus kita jaga jangan terpecah karena kelompok-kelompok tertentu, apalagi yang mengatasnamakan kelompok agama yang dianggap menjadi rujukan, padahal ada yang lain,” katanya.

Ia menilai kelompok-kelompok itu tidak boleh dibiarkan berkembang, apalagi membawa nama agama, sehingga bisa menjadi dasar konflik karena merasa besar dan benar dengan pemahaman yang beda serta sempit.

“Sebenarnya yang menerima keberagaman dan kebinekaan serta mencintai negara ini sangat mayoritas, tetapi mereka lebih banyak diam. Kirab satu negeri ini ingin membangunkan kembali untuk menyuarakan semangat perjuangan dan menolak yang mengancam kedaulatan,” katanya.

Selain itu, kata dia, yang didampingi Sekretaris PC GP Ansor Rembang Pujianto, kegiatan itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merawat perbedaan, keberagaman dan perdamaian.

“Kami ingin berikan inspirasi kepada dunia dengan keberagaman dan kebhinnekaan yang dimiliki, dengan segala perbedaan, Indonesia bisa damai. Indonesia bisa tenteram, bisa bersatu tidak ada gangguan, dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah yang satu suku dan agama, tetapi berperang hingga hari ini,” katanya.

Kirab Satu Negeri yang melintasi Rembang singgah di kediaman KH Maimoen Zubair, Pendapa Museum Kartini Rembang, kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri. Dari Rembang, Kirab Satu Negeri akan melintasi Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Demak, Semarang, dan Magelang.

Kirab Satu Negeri dimulai serentak di Merauke Papua, Rote NTT, Miangas Sulawesi Utara, Nunukan Kalimantan Utara, dan Sabang Aceh.

Kegiatan yang diikuti 1.945 peserta ini direncanakan berakhir di Yogyakarta pada 26 Oktober 2018, di mana akan digelar Apel Kebangsaan yang melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden Joko Widodo.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan