Kiai Syarof : Jalan Berlubang Jangan Salahkan Hujan

Jumat, 10 Januari 2020 | 13:55 WIB

KH. M Syarofuddin Ismail Qoimaz (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Ulama kharismatik asal Rembang KH. M Syarofuddin Ismail Qoimaz menanggapi keluhan masyarakat tentang banyaknya infrastruktur jalan di Rembang yang rusak parah.

Yang sempat ramai adalah kritikan warga di jalur Tireman-Galonan dengan menanami pohon ringin, pisang serta orang-orangan sawah dan juga genangan air di pertigaan Pandangan ke selatan arah Sedan.

Saat mengisi pengajian rutin di depan ratusan jamaah ziarah makam Al-Bisriyyah (Jazima) pada Kamis (9/1/2020) malam tepatnya pukul 22.00-23.30 waktu setempat di aula hijau Pondok Pesantren Raudlotut Thalibin Leteh, Kiai Syarof menyatakan jika terjadi kerusakan terhadap jalan-jalan yang ada di rembang jangan sekali-kali menyalahkan hujan, sebab dengan menyalahkan hujan seakan-akan menyalahkan pembuat hujan atau Tuhan.

“Nek dalane podo rusak nggeh ampun nyalahke udan, sebab nek nyalahke udan sami mawon nyalahke sing gawe udan. Lha pancen kualitas dalane kurang apik yo gelis rusak,” ungkap ulama kharismatik ini.

Menurut Kiai Syarof kesalahan bukan karena hujan, sebab memang sudah masanya musim penghujan, hanya saja kualitas jalan yang kurang baik.

Arif Bahtiar salah seorang jamaah sepakat dengan ucapan Kiai Syarof tentang buruknya kualitas jalan yang ada di Rembang. Berbeda jauh dengan kualitas jalan di Kabupaten sebelah seperti Kabupaten Blora atau Kabupaten Pati.

Menurutnya, ucapan Kiai Syarof tentang kualitas jalan yang kurang baik adalah bahasa halus dan mempertanyakan anggaran untuk pembangunan jalan apakah digunakan sepenuhnya atau ada banyak potongan di sana-sini.

“Lha kalau melihat fakta di lapangan kan seperti itu, curiga kan boleh asal tidak menuduh sembarangan,” tegasnya.

Menurut pria asal Kragan ini infrastruktur jalan merupakan prioritas utama kebutuhan warga Rembang.

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan