Ketua PN Rembang Isyaratkan Proyek Pagar Bermasalah

Selasa, 19 Januari 2016 | 18:44 WIB
Ketua Pengadilan Negeri Rembang Bambang Sucipto, Selasa (19/1/2016). (Foto: Pujianto)

Ketua Pengadilan Negeri Rembang Bambang Sucipto, Selasa (19/1/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rembang Bambang Sucipto mengisyaratkan adanya masalah di proyek pembangunan pagar dan gorong-gorong senilai Rp550 juta di depan kantornya.

Hal itu setelah pihaknya memutus kontrak dengan rekanan pelaksana proyek.

Kepada reporter mataairradio Selasa (19/1/2016) pagi, Bambang menjelaskan, pemutusan kontrak dengan rekanan asal Semarang itu karena proyek dikerjakan molor dari jadwal.

Menurutnya, proyek tersebut mestinya selesai pada 24 Oktober 2015, tapi ternyata belum selesai pada saat itu.

“Pagarnya sudah berdiri, tapi gorong-gorongnya belum,” katanya.

Atas molornya pengerjaan proyek, Ketua PN mengaku menerbitkan surat yang isinya meminta pendampingan kepada TP4D, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Rembang.

Pihak PN ingin agar proyek dikerjakan sesuai anggaran yang ada. Namun pada November, PN justru memutus kontrak dengan rekanan.

“Putus kontraknya sekitar November 2015. Kami sempat minta pendampingan ke TP4D agar proyek dikerjakan sesuai anggaran yang ada,” katanya.

Bambang juga menjelaskan, peran Ketua PN sebatas pengawas dari pekerjaan yang dilakukan di lingkungannya. Ia mengaku bukan dalam kapasitas kuasa pengguna anggaran.

“Karena putus kontrak, pejabat penerima hasil pekerjaan belum memberikan tanda tangan,” bebernya.

Pada perbincangan itu, Bambang tidak secara tegas menuding kalau pengerjaan proyek itu bermasalah. Tapi dia mempersilakan kepada kejaksaan untuk melakukan penyelidikan, apabila ada dugaan penyimpangan.

“Kalau kejaksaan mau menyelidiki, kami mempersilakan. Sejauh ini, belum ada kabar dari kejaksaan terkait proyek di PN,” tandasnya.

Ia mengaku tidak tahu apakah ada kelanjutan langkah dari Kejaksaan Negeri Rembang atas pemberitahuannya, menyangkut proyek yang diputus kontraknya dengan rekanan.

“Tidak (perlu bertanya kepada kejaksaan terkait proyek di PN),” tegasnya.

Kasi Pidsus pada Kejari Rembang Eko Yuristianto mengaku belum tahu ikhwal perkembangan tindak lanjut surat dari pihak PN Rembang mengenai proyek pembangunan pagar dan gorong-gorong tersebut.

Dirinya juga belum mendapat perintah apapun dari Kepala Kejaksaan Negeri, misalnya untuk melakukan penyelidikan.

“Belum ada (penyelidikan). Belum ada perintah pimpinan,” katanya.

Eko menyebut surat dari PN masuk ke Kasi Intel. Kepala Seksi Intel Kejari Rembang Bintarno belum membalas permintaan konfirmasi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan