Ketika Puter Giling Dipakai untuk Mengembalikan Rasa Cinta pada Desa

Sabtu, 6 Juli 2019 | 10:26 WIB

Ilustrasi. (Foto dikutip dari akun facebook ngingukgithok)

 

SUMBER, mataairradio.com – Musim sedekah hasil bumi kembali tiba. Desa-desa di Kabupaten Rembang secara bergantian menghelat tradisi tahunan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil bumi.

Dusun Sekararum Desa Sekarsari Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, salah satunya. Namun, ada yang unik dari helatan sedekah bumi di dusun ini, tahun ini.

Warga bersama para pemuda dusun melakukan revitalisasi sedekah bumi. Dari yang sekadar tradisi, kini diaktualisasi.

Dengan merujuk pada ajaran lama puter giling, mereka ingin mengembalikan rasa cinta warga, termasuk yang di rantau.

Bekerjasama dengan Kolektif Hysteria, pemuda dusun yang tergabung dalam SKRM Squad bersama warga mengundang para seniman, akademisi, dan peneliti, untuk berpartisipasi.

“Menggunakan spirit ajian pengasihan, kali ini ritual puter giling dilakukan secara kultural untuk memikat kembali para rantau pulang ke kampung kelahiran,” tulis akun ngingokgithok.

Masih menurut akun facebook itu, sekadar “tilik”, menjenguk, dan memberikan kontribusi paling mungkin, akan menyemai kembali rasa cinta terhadap aset kultural kampung.

Sebagian warga dusun ini memang jadi perantau. Ada yang di Serang Banten. Ada pula yang di Jambi. Di Serang, mereka menjadi buruh di pabrik sepatu. Di Jambi, sebagian mereka bertani.

Arus perantauan antara lain dipicu oleh kondisi sosio-geografis. Sawah-sawah di Sekararum, mayoritas tadah hujan. Begitu kemarau, lahan-lahan menjadi kering. Warga tak bisa bertani.

Galih, salah seorang pegiat dari SKRM Squad menyebutkan, deretan acara digelar sejak 1 Juli lalu. Puncak acara dijadwalkan pada 11 Juli mendatang.

Sabtu (6/7/2019) ini, dihelat antara lain eco printing atau teknik cetak yang memanfaatkan pewarna alami, terbangan, wayang tenda, dan pentas teater HAE.

Adapun pada ujung acara, 11 Juli nanti, akan dilakukan arak-arakan gunungan hasil bumi, pentas barongan, dan pentas ketoprak.

Warga bisa menyimak link https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=352339282121011&id=351971665491106, guna mengecek detail acara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan