Ketika 331 Anak di Kragan Berlomba Saleh

Minggu, 6 September 2015 | 17:26 WIB
Penyerahan piala kepada  juara festival anak saleh yang digelar oleh Badan Koordinasi TPQ atau Taman Pelajar (Al) Quran Kecamatan Kragan, Minggu (6/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

Penyerahan piala kepada juara festival anak saleh yang digelar oleh Badan Koordinasi TPQ atau Taman Pelajar (Al) Quran Kecamatan Kragan, Minggu (6/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika 331 anak dari 27 desa di Kecamatan Kragan bersiap dengan dandanan ala dai, santri, hingga pelukis kaligrafi.

Mereka hendak mengikuti festival anak saleh yang pertama kali ini digelar oleh Badan Koordinasi TPQ atau Taman Pelajar (Al) Quran Kecamatan Kragan, Minggu (6/9/2015) pukul 08.30 WIB.

48 TPQ di kecamatan ini, segera menerjunkan santri-santri terbaiknya untuk berlomba di 13 ajang yang telah ditentukan panitia.

Begitu selesai dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kragan Amin Musa, mereka; para santri, antara lain terjun pada lomba pidato berbahasa arab dan Indonesia serta hafalan juzama.

Mereka yang lain, juga saling adu bagus membaca atau tartil Alquran, lomba adzan, dan shalat berjamaah.

Ada pula pemandangan menarik, mereka yang masih anak-anak seusia sekolah dasar, berlomba kaligrafi arab dan menggambar islami, serta adu bertutur tentang kisah keislaman.

Pemandangan di Madrasah Al Hikmah Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan itu, sangat kontras dengan lomba anak-anak di era modern yang kental dengan pengaruh sinetron, yang melahiran fenomena kontes goyang jigo dan dumang.

“Festival anak saleh ini, semangat mendasarnya untuk mengarahkan anak agar selalu aktif di dunia Quran. Pesertanya dari tiap siswa atau santri TPQ se-Kecamatan Kragan.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi pengaruh buruk sinetron televisi yang disaksikan anak,” ujar Hafidlin Kastur, ketua panitia acara ini.

Menurut Hafidlin, ternyata masih banyak generasi masa depan, yang membutuhkan penganan dan pendidikan secara benar.

Kegiatan semacam itu perlu, katanya, agar para santri dan pengelola TPQ, kian semangat mempersiapkan generasi penerus.

“Festival ini baru yang pertama kali digelar di Kragan, meski hampir tiap tahun digelar di tingkat kabupaten. Jadi, festival ini sekaligus diarahkan sebagai persiapan acara yang sama tingkat kabupaten,” terangnya.

Dia dan para pengelola lainnya di 48 TPQ mengaku yakin, dampak festival ini positif, bagi semangat semua kalangan, dalam mempersiapkan dan mendidik anak-anak mereka.

“Festival sehari ini menjadi inspirasi bagi para orang tua, untuk semakin perhatian pada pendidikan pekerti anak-anaknya,” tandasnya.

Secara khusus bagi Kecamatan Kragan, festival “pemanasan” di tingkat lokal, menghapuskan tradisi persiapan “dadakan” yang biasa dilakukan di beberapa tahun terakhir ketika diadakan festival anak saleh di level kabupaten.

“Biasanya pesertanya ‘comotan’. Tetapi tahun ini, kita sudah bersiap tiga bulan sebelumnya. Rencananya, festival anak saleh di tingkat kabupaten digelar pada bulan ini juga,” pungkasnya.

Serangkaian festival anak saleh di Kragan berlangsung selama lebih dari lima jam atau hingga pukul 14.00 WIB. Tetapi, tak tampak wajah letih anak-anak, para santri TPQ selama lomba.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan