Kesulitan LPj, Beberapa Desa Belum Pencairan Tahap II

Kamis, 13 Agustus 2015 | 17:28 WIB
Asisten I Sekda Rembang Subakti. (Foto: Pujianto)

Asisten I Sekda Rembang Subakti. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Beberapa desa di Kabupaten Rembang kesulitan melakukan pencairan dana transfer dari Pemerintah Pusat di tahap kedua karena kesulitan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban (LPj).

Asisten I Sekda Rembang Subakti, Kamis (13/8/2015) pagi mengatakan, desa yang belum menyampaikan LPj penggunaan dana transfer tahap pertama yang 40 persen, tidak bisa mencairkan lagi 40 persen tahap kedua.

Menurutnya, desa yang kesulitan membuat LPj, biasanya yang melakukan kegiatan rumit seperti pembangunan jembatan. Padahal di masa-masa awal ini, ia telah berpesan untuk membuat kegiatan yang mudah dulu, seperti pembangunan talut atau rabat beton.

Agar kesulitan penyusunan LPj bisa segera diatasi, kami sudah mendorong camat agar membantu pihak desa,” katanya kepada mataairradio.

Dia sendiri menilai wajar adanya kesulitan penyusunan LPj karena masih dalam masa transisi pelaksanaan dana desa. Apalagi dana yang dikelola desa, kini cukup banyak.

Dia menyebutkan, selain alokasi dana desa (ADD), desa juga mendapatkan dana transfer dari Pusat, dana bagi hasil pajak dan retribusi, serta bantuan dari provinsi. Semua alokasi itu dikerjakan dan dipertanggungjawabkan dalam satu tahun. Sebelumnya, desa lebih berkutat dengan ADD dan bantuan provinsi.

Subakti mengakui, belum melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres pelaksanaan dana yang diterima desa. Ia menjadwalkan setelah peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI.

“Belum kita lakukan monev. Monev itu penting untuk dasar kami melakukan pembahasan anggaran di APBD Perubahan. Karena dana-dana itu mesti kita anggarkan. Soal terserap seluruhnya atau tidak, kami harus optimistis dengan memberikan dorongan dan bimbingan yang lebih intens,” tegasnya.

Sementara itu, khusus untuk dana desa dari Pusat, dicairkan dalam tiga tahap, dengan porsi 40:40:20. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin mengakui, belum ada satu pun desa yang mengajukan pencairan dana desa, 40 persen di tahap kedua.

Alih-alih mencairkan dana tahap kedua, yang tahap pertama saja, masih ada lima desa yang belum mencairkan yakni Desa Ngulaan, Mantingan, Mlatirejo, dan Lambangan Kulon Kecamatan Bulu serta Desa Seren Kecamatan Sulang.

“Alasannya antara lain karena APBDes yang belum klir,” ungkap Akhsanuddin.

Dia juga mengungkapkan, alokasi dana desa tahap pertama yang 50 persen, belum dicairkan oleh Desa Lambangan Kulon dan Mantingan Kecamatan Bulu. Demikian juga dengan dana bagi hasil tahap pertama yang 30 persen.

“Dua desa tersebut belum mencairkan. Penyebabnya, APBDes-nya belum jadi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan