Ratusan Keluarga di Kecamatan Sarang Kesulitan Akses Air Bersih

Minggu, 22 Juni 2014 | 16:59 WIB
Pertigaan Sarang.

Pertigaan Sarang.

SARANG, MataAirRadio.net – Ratusan keluarga di Kecamatan Sarang menyatakan kesulitan mengakses layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Kabupaten Rembang. Mereka juga menyatakan berulang kali mengusulkan, namun belum ada respon dari pihak perusahaan.

Di Desa Temperak misalnya. Warga menyebut ketiadaan akses layanan PDAM yang masuk ke desanya, membuat mereka resah. Kebutuhan air bersih siap konsumsi, hanya bisa dicukupi dengan cara membeli ke penjual air keliling, mencapai Rp25.000 per hari per keluarga.

Kepala Desa Temperak Nursafi membenarkan keresahan warganya. Sebagai Kades, dia menyatakan pernah mengusulkan akses layanan bagi 100 keluarga dari 796 KK di desanya. Meski jaringan baru hanya tinggal menyeberang jembatan, namun usulan itu belum direspon PDAM.

Umumnya, warga di wilayah timur Kecamatan Sarang menyoal alasan, kenapa sumber air baku PDAM yang dari Embung Lodan, tidak dapat banyak dinikmati warga di kecamatan setempat. Justru, warga di daerah barat, mulai Sedan dan Kragan yang paling banyak menikmati.

Nursafi juga mengungkapkan bahwa pernah ada politisi dari salah satu partai yang membawa aspirasi warga untuk mendapat akses layanan air bersih dari PDAM. Namun dari keterangan sang politisi itu, PDAM menyatakan jatah jaringan untuk warga di Sarang telah habis.

Menurutnya, sebagai perusahaan daerah, PDAM mestinya memiliki perencanaan yang baik, untuk melayani kebutuhan warga. Apalagi akses ini tidak diinginkan warga secara gratis, tetapi berbayar sebagaimana konsumen lainnya.

Pihak PDAM Kabupaten Rembang belum memberikan pernyataan resmi mengenai kesulitan warga di Kecamatan Sarang untuk mengakses layanan air bersih. Kepala Bidang Teknik PDAM Suroso tidak menyambung panggilan reporter radio ini untuk dimintai konfirmasi.

Memang sempat muncul spekulasi bahwa agresivitas PDAM untuk menambah jaringan baru terkendala dana investasi. PDAM pun kerap kali pusing jika dihadapkan pada kerusakan jaringan dan kebocoran pipa. Namun belum juga ada penjelasan resmi dari perusahaan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan