Kesbangpolinmas Pantau Para Eks Gafatar Tiap Hari

Selasa, 16 Februari 2016 | 19:03 WIB
Ilustrasi. (Foto: antaranews.com)

Ilustrasi. (Foto: antaranews.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat atau Kesbangpolinmas Rembang menyatakan memantau para eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) setiap hari setelah mereka pulang di kabupaten ini .

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Rembang Kartono, Selasa (16/2/2016) siang menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui kepala desa atas aktivitas keseharian para eks anggota Gafatar.

“Aktivitas keseharian itu misalnya perbauran kembali mereka dengan masyarakat,” terangnya.

Ia telah meminta baik kepada Kepala Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur maupun Kepala Desa Karangturi Kecamatan Lasem agar melibatkan para eks pengikut organisasi terlarang itu dalam kegiatan di desa.

“Kami sudah minta kepada kepala desa agar melibatkan mereka di kegiatan desa seperti kerja bakti dan pertemuan rutin,” tandasnya.

Tercatat ada dua keluarga eks pengikut Gafatar yang dipulangkan ke wilayah Kabupaten Rembang dalam waktu yang berlainan. Akhir Januari lalu, satu keluarga yang terdiri atas tiga orang dipulangkan ke Dukuh Karanglo Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur.

Dua minggu berselang atau pada 14 Februari lalu, menyusul satu keluarga yang terdiri atas empat orang menyusul dipulangkan ke Desa Karangturi Kecamatan Lasem.

Meski dipulangkan ke Rembang, namun Kartono menyatakan tidak tahu apakah mereka akan tinggal selamanya di kampung halaman atau tidak.

Ketidaktahuannya itu karena para eks anggota Gafatar itu, kini belum mendapat pekerjaan yang pasti. Eks pengikut Gafatar di Desa Tuyuhan malah sempat pergi ke Brebes dengan dalih menengok orang tua.

“Tapi intinya kami sudah mengingatkan agar mereka izin ke desa sebelum bepergian ke luar kota,” tegasnya.

Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Darmawan Setiady juga mengaku terus memonitor para eks anggota Gafatar yang kini pulang ke kampung halaman.

“Kami siap memberikan arahan langsung kepada mereka agar tidak lagi terlibat pada organisasi terlarang,” ujarnya.

Senada dengan pihak Kesbangpolinmas, para bekas pengikut Gafatar perlu untuk tidak dikucilkan. Mereka perlu dibina dan tetap terus diarahkan oleh masyarakat dan pihak-pihak yang terkait.

“Intinya, mereka tetap harus dilibatkan dalam peri kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan