Kesadaran Urus IMB Rendah, DPU Usulkan Pemutihan

Selasa, 12 Januari 2016 | 17:18 WIB
Salah satu bangunan yang berdiri di atas areal Pelabuhan Rembang Terminal Sluke atau Tanjung Bonang yang disinyalir belum ber-IMB setelah KPPT Rembang menyatakan belum sekali pun mengeluarkan izin mendirikan bangunan di pelabuhan tersebut. (Foto: mataairradio.com)

Salah satu bangunan yang berdiri di atas areal Pelabuhan Rembang Terminal Sluke atau Tanjung Bonang yang disinyalir belum ber-IMB setelah KPPT Rembang menyatakan belum sekali pun mengeluarkan izin mendirikan bangunan di pelabuhan tersebut. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang mengungkap kesadaran rendah dari masyarakat untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) mereka.

Masyarakat disebut baru mengurus IMB ketika mau ambil kredit di bank. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Cipta Karya Widodo mengungkapkan, kebanyakan warga mendirikan bangunan secara diam-diam tanpa mengurus dulu IMB-nya.

Padahal saat seorang mengurus rekomendasi IMB pun, ia mengaku perlu hati-hati karena menyangkut tata ruang dan wilayah.

“Kami hati-hati juga menyangkut pemanfaatan sempadan pantai atau pantai yang direklamasi sendiri oleh warga. Yang demikian kita tidak proses rekomendasi untuk mendapat IMB,” katanya, Selasa (12/1/2016).

Agar masyarakat sadar IMB yang retribusinya bisa menjadi pendapatan daerah, pihak cipta karya mengaku mempertimbangkan usulan pemutihan bagi para wajib izin tersebut.

“Pemutihan dilakukan dengan didahului pendataan terhadap bangunan atau rumah yang ditengarai belum ber-IMB,” terangnya.

Setelah terdata, baru dilakukan pemprosesan izin sekaligus perhitungan yang meringankan, atas besarnya retribusi IMB yang mesti dibayar. Namun hal ini, menurutnya, masih harus disampaikan lebih dulu kepada kepala daerah yang baru.

“Kami berharap usulan tersebut direspon positif,” tandasnya.

Pihak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Rembang mengonfirmasi rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurus IMB. Saat ini hanya 50 persen dari total rumah di Kabupaten Rembang, yang telah dilengkapi IMB.

Padahal menurut Kepala KPPT Rembang, Sri Sugiyarti, tarif IMB tidak mahal. Tarif IMB, katanya, paling mahal untuk rumah bertingkat hanya sekitar Rp1 jutaan.

“Kalau ukuran rumah pada umumnya, mungkin hanya sekitar Rp200-300 ribu. Kami lebih kedepankan imbauan agar mengurus IMB, meski rumah atau bangunan warga sudah terlanjur berdiri,” ujarnya baru-baru ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan