Kesadaran Nelayan Lengkapi Perahu dengan Pelampung Rendah

Senin, 5 Februari 2018 | 17:44 WIB

Sejumlah nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang seusai melaut, Senin (18/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SLUKE, mataairradio.com – Kesadaran sebagian nelayan untuk melengkapi perahunya dengan alat keselamatan seperti pelampung disebut rendah.

Padahal, kelengkapan ini penting sebagai jaga-jaga bila terjadi kecelakaan saat melaut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Gunasih mengusulkan supaya ada satu pelampung di tiap perahu nelayan.

“Agar mereka patuh, kewajiban ini bisa dipersyaratkan saat nelayan memperpanjang dokumen pas perahu. Pas diperpanjang asal bisa menunjukkan pelampung,” terangnya.

Menurutnya, secara kemampuan, nelayan kecil pun bisa mandiri membeli pelampung.

“Harga pelampung nggak sampai Rp200.000 per unit. Rp100.000-Rp150.000. Asalkan mereka mau, saya kira mampu,” katanya pada Senin (5/2/2018).

Namun, ia mengatakan, tak ada salahnya, bila pihak Pemerintah memberi bantuan pelampung.

“Nggak ada salahnya Pemerintah hadir membantu, sehingga tiap perahu nelayan ada satu pelampung,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Purwadi Samsi mengaku memiliki rencana mengusulkan penganggaran pelampung bagi nelayan.

“Nanti kita usulkan ke DPRD soal pelampung bagi nelayan,” katanya.

Rencana tersebut seiring temuan tidak dilengkapinya alat keselamatan diri pada perahu nelayan.

Dari kasus dua nelayan Dukuh Pendok Desa Manggar Sluke yang sempat hilang dihempas ombak, perahu mereka tak dilengkapi pelampung.

“Rata-rata nelayan nggak ada pelampung di perahunya,” tegasnya.

Seperti diberitakan pada kesempatan sebelumnya, dua orang nelayan Dukuh Pendok Desa Manggar Sluke sempat hilang setelah perahunya yang mengalami mati mesin, karam diterjang gelombang.

Keduanya akhirnya ditemukan selamat. Saat pertama kali ditemukan, nelayan bernama Rohmat Syarifuddin dan Sumani ini hanya berpegangan pada kayu kemudi perahu yang lepas.

Mereka masih sempat bisa berteriak meminta tolong, sebelum akhirnya lemas saat bisa dievakuasi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan