Kesadaran Melaporkan Kematian Masih Rendah di Rembang

Selasa, 23 Januari 2018 | 17:50 WIB

Daenuri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rembang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kesadaran masyarakat untuk melaporkan kematian anggota keluarganya masih terbilang rendah di Kabupaten Rembang.

Padahal, pencatatan kematian seseorang berarti penting, antara lain guna ketertiban administrasi.

Sekretaris Desa Kasreman Kecamatan Rembang Muhammad Anwar mengakui, warganya jarang melaporkan kematian.

“Warga baru mengurus surat kematian ketika berkepentingan misalnya untuk memproses santunan atau warisan,” terangnya kepada mataairradio.

Pihak desa sebenarnya sudah berupaya mencatat jumlah warganya yang meninggal.

“Namun kami belum melaporkannya kepada pihak kecamatan serta dinas kependudukan dan pencatatan sipil,” akunya.

Ia mengonfirmasi, pencatatan kematian penting guna ketertiban administrasi.

“Juga biar tidak ada lagi kasus orang sudah meninggal tapi masih tercatat sebagai penerima bantuan,” paparnya.

Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Rembang Daenuri juga mengakui, data pelaporan kematian penting agar pihaknya bisa mencoret warga yang bersangkutan, seperti dari kartu keluarga.

“Akan sulit menertibkan data bila warga tidak berinisiatif melaporkan kematian anggota keluarganya,” katanya.

Padahal mengurus akta kematian tidak ribet. Cukup menggunakan surat keterangan dari desa, dan Dinpedukcapil sudah menyediakan blankonya.

“Pengurusan akta kematian juga tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Sementara ini, pihaknya hanya mengetahui seorang warga sudah meninggal dengan cara mengidentifikasi data penduduk yang sudah mengikuti perekaman e-KTP.

“Kami kesulitan mencoret data warga yang teridentifikasi sudah meninggal, mengingat jumlahnya ribuan,” imbuhnya.

Apalagi, jumlah pegawainya hanya 38 orang, sedangkan layanan perekaman, pembaruan, dan permohonan e-KTP berlangsung ramai, hampir tiap hari.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan