Kerusakan Ruas Jalan Rawa Setro Banyak Makan Korban

Senin, 21 Desember 2015 | 17:19 WIB
Seorang pengguna jalan melintas di ruas Celangapan-Pamotan, kawasan Embung Rawa Setro, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Seorang pengguna jalan melintas di ruas Celangapan-Pamotan, kawasan Embung Rawa Setro, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kerusakan ruas Jalan Rembang-Pamotan, tepatnya di kawasan Embung Rawa Setro sudah banyak memakan korban kecelakaan.

Kerusakan diduga dipicu oleh kontur tanah yang labil, sehingga kondisi jalan menjadi retak, berlubang, dan bergelombang.

Menurut Abdul Kholik, warga Desa Ketangi Kecamatan Pamotan yang menjadi tukang ojek di kawasan Pertigaan Celangapan, belum lama ini, ada seorang warga Desa Sridadi Kecamatan Rembang yang mengalami patah tulang akibat terperosok lubang di ruas jalan tersebut.

“Selain itu, seorang siswa SMA N 1 Rembang, warga Desa Kasreman-Rembang, 15 hari yang lalu juga mengalami hal yang sama, meski hanya sekadar luka lecet di bagian muka,” terangnya.

Kholik menyebut, kerusakan jalan itu sudah sekitar lima bulan.

Suparji warga Desa Tireman berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut.

“Sudah sering kali, pengendara yang melaju dari arah timur tidak menyadari adanya jalan yang berlubang dan retak itu,” terangnya.

Suparji menilai, hal itu bisa membahayakan. Apalagi dari pengamatannya, banyak pelajar bermotor yang berkendara secara ugal-ugalan saat melaju di Jalur Celangapan-Pamotan.

“Bisa saja mereka (pengendara motor) kehilangan keseimbangan karena kondisi jalan dari arah barat, bergelombang,” tegasnya.

Di kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Sigit Widyaksono, mengatakan, kerusakan ruas jalan tersebut belum bisa ditangani dalam waktu dekat ini.

Ia mengaku sudah mengajukan pemeliharaan ruas jalan Tireman-Japerejo dan Japerejo-Jolotundo, yang akan dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Namun Sigit belum tahu, apakah usulan itu sudah dikaver di APBD 2016 atau belum. Padahal APBD 2016 sudah disahkan November kemarin.

Jika memang sudah benar masuk dalam APBD, pihaknya menjadwalkan akan melakukan proses perencanaan di semester pertama.

Setelah itu baru di semester II tahun 2016, akan dilakukan pelaksanaan fisiknya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan