Kerugian Material TPI Tasikagung Rusak Rp200 Juta

Rabu, 27 Januari 2016 | 18:48 WIB

tpi tasikagung

 

REMBANG, mataairradio.com – Nilai kerugian material akibat kerusakan atap TPI Tasikagung I lantaran diterjang angin kencang, Senin 25 Januari lalu terhitung mencapai Rp200 juta.

Namun kerugian akibat kerusakan di TPI Tasikagung II dihitung tidak oleh dinas kelautan dan perikanan setempat, karena merupakan aset provinsi.

Kepala UPT TPI Rembang Syahroni, Rabu (27/1/2016) siang menyebutkan, selain terhadap TPI Tasikagung I, kerugian material akibat kerusakan pada TPI Pandangan Kecamatan Kragan, juga telah terhitung hampir Rp200 juta.

“Total kerugian material akibat kerusakan 2 TPI milik pemkab Rp400 juta,” ungkapnya kepada reporter mataairradio.

Namun khusus terhadap TPI Pandangan, karena sebelum diterjang angin kencang pada Minggu 24 Januari lalu pun, kondisinya sudah rusak berat, maka penanganannya akan dilakukan sekaligus dengan rehab total yang telah dianggarkan di APBD 2016 senilai Rp200 juta.

Sementara itu, mengenai kapan kerusakan TPI Tasikagung diperbaki, Syahroni mengaku sudah melakukan percepatan. Pasca-insiden rontok atap TPI tersebut, pihaknya sudah langsung memerintahkan petugas agar membersihkan lokasi dari puing-puing.

“Kayu di atas atap juga sudah segera diamankan,” terangnya.

Setidaknya, setelah bencana tersebut, aktivitas pelelangan ikan tidak terganggu apalagi sampai dihentikan total.

“Untungnya meski bertepatan musim baratan, tidak banyak kapal sandar untuk bongkar ikan hasil tangkapan, sehingga kerusakan atap TPI di bagian utara sisi barat, tak berdampak serius,” tandasnya.

Syahroni juga mengaku sudah mendatangkan tukang untuk melakukan pengerjaan dan proses perbaikan sudah dimulai.

Menurutnya, TPI terbesar di Rembang itu merupakan fungsi pelayanan, sehingga mesti menjadi prioritas penanganan ketika terjadi kerusakan.

“Ini sudah mulai (diperbaiki). Sudah ada tukang-tukang,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi menyayangkan rontoknya atap TPI Tasikagung I, terlepas insiden itu merupakan dampak angin kencang.

“Sebab, bangunan itu baru berumur beberapa tahun dan sejak awal diketahui dibangun di tempat terbuka,” katanya.

Menurutnya, sedari dini, pihak dinas terkait mestinya membuat langkah antisipasi terhadap insiden angin kencang semacam yang terjadi pada Senin (25/1/2016) lalu.

“Misalnya dengan konstruksi yang lebih tahan angin atau ada pelindung di sekitarnya. Kami meminta pemkab cepat memperbaiki TPI Tasikagung I,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan