Penjualan Kerudung Bordir Sedan Terus Melonjak

Senin, 30 Juni 2014 | 16:06 WIB
Jilbab model syiria produksi perajin kerudung bordir khas Sedan mulai tak lagi diminati dan mulai bergeser ke hijab ala artis Fatin Shidqia. (Foto:Pujianto)

Jilbab model syiria produksi perajin kerudung bordir khas Sedan mulai tak lagi diminati dan mulai bergeser ke hijab ala artis Fatin Shidqia. (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Tingkat penjualan kerudung bordir khas Sedan terus mengalami lonjakan seiring datangnya bulan Ramadan 1435 Hijriah. Para perajin menyebut lonjakan permintaan terjadi mulai bulan Rajab, atau dua bulan sebelum Puasa tiba.

Ketua Klaster Bordir Sedan Zawinuha menyebutkan, lonjakan tingkat penjualan mencapai 50-75 persen. Permintaan mengalir tidak hanya dari sejumlah kota di Jawa Tengah, tetapi juga dari Jawa Timur dan luar Pulau Jawa. Menurutnya, tren lonjakan penjualan diprediksi berlangsung hingga pekan ketiga Puasa.

Selain karena datangnya bulan Ramadan, peningkatan penjualan turut dipengaruhi oleh tren. Zawinuha menyebutkan, adanya sejumlah tren kerudung baru yang memicu pembeli mengonsumsi produk anyar. Sebut saja hijab ala artis Fatin Shidqia, yang kini dimodernisasi dengan aksesoris tambahan.

Untuk mencukupi kebutuhan pasokan, sejumlah perajin kerudung bordir memberlakukan kerja lembur bagi para pekerja. Kerja lembur dimulai setelah salat tarawih dan berlangsung kadang sampai jam dua dini hari. Jika dengan lembur belum terpenuhi, maka perajin menambah jumlah pekerja.

Menurut Zawinuha, berdasarkan rembug klaster di awal Ramadan kemarin (29/6), terungkap bahwa sejumlah perajin bahkan menambah jumlah pekerja hingga 20 persen dari luar daerah. Sebut saja, jika awalnya 10 orang pekerja, kini menjadi 12 orang.

Namun lonjakan tingkat penjualan atau permintaan konsumen, juga diikuti oleh kenaikan harga bahan baku. Harga kain jenis lycra misalnya, naik Rp1.000 per kilogram, dari Rp55.000 menjadi Rp56.000. Beruntung, harga benang masih stabil di harga Rp11.500 per cones.

Sejumlah perajin kerudung bordir khas Sedan juga mengaku sedang dibayangi oleh rencana Pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik non-rumah tangga. Perajin menyatakan gelisah karena kenaikan TDL akan mengganggu usaha mereka. Para perajin di sentra kerudung bordir di bilangan Desa Karas dan Sedan rata-rata menggunakan listrik dengan daya minimal 3.000 watt. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan