Jalur Kereta Semarang-Rembang Reaktivasi, Warga Diminta Persiapan

Sabtu, 3 Mei 2014 | 16:36 WIB
Eks Stasiun Rembang (Foto:Rif)

Eks Stasiun Rembang (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Warga yang tinggal di lahan bekas rel milik PT Kereta Api Indonesia atau KAI (persero) diminta untuk persiapan membongkar bangunan mereka. Sebab, perusahaan yang dulu berbentuk jawatan ini, akan segera mengaktifkan kembali jalur kereta Semarang-Rembang.

Pejabat Humas PT KAI Daops IV Semarang Eko Budiyanto mengungkapkan, reaktivasi jalur kereta api tersebut akan dilakukan setelah jalur Kedungjati-Tuntang dan Ambarawa-Secang diaktifkan kembali. Dua jalur kereta api itu akan direaktivasi tahun ini.

Menurut Eko, jalur kereta Semarang-Rembang akan diaktifkan lagi setelahnya. Pihaknya belum bisa memastikan kapan, yang jelas tak lama setelah itu. Kewenangannya ada di Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Eko Budiyanto juga mengatakan, informasi mengenai rencana reaktivasi jalur kereta api Semarang-Rembang ini sengaja disampaikan lebih awal. Tujuannya agar warga tidak merasa ditodong pindah secara tiba-tiba. Informasi ini bisa berarti menjelang selang setahun reaktivasi.

Dia menjelaskan, sebelum reaktivasi sebagaimana pada jalur kereta api Kedungjati-Tuntang, rencana pengaktifan kembali jalur, dikabarkan jauh hari. Sosialisasi ini setidaknya dilakukan dalam tiga kali. Setelah itu, pihak PT KAI akan menerbitkan surat pemberitahuan eksekusi.

Dalam hal memberitahukan eksekusi, paling tidak, akan dilakukan sebanyak tiga kali. Bagi KAI, tidak ada istilah kadung. Berdasarkan aksi di Jakarta, gedung lima lantai pun ditertibkan, karena reaktivasi dan berdiri di lahan milik PT Kereta Api Indonesia.

Namun, meski mengisyaratkan reaktivasi segera terhadap jalur kereta api Semarang-Rembang, pihak PT KAI tetap membuka kesempatan bagi mereka yang mendiami bangunan di atas lahan milik perusahaan, untuk memperpanjang kontrak pemakaian.

Peluang yang sama juga berlaku untuk mereka yang hendak memanfaatkan aset KAI. Warga yang menghadap PT KAI untuk perpanjangan kontrak ini dan menyewa aset KAI, nantinya akan dimanfaatkan untuk pendataan aset perusahaan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan