Kereta Lepas dari Gandengan Picu Kecelakaan Pantiharjo

Sabtu, 23 Januari 2016 | 17:35 WIB
Kondisi truk yang dikemudikan Abdul Malik, warga Desa Tugu Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, seusai menabrak trotoar pascakena kereta lepas dari gandengan truk di Jalan Pantura wilayah Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Sabtu (23/1/2016) pagi. (Foto: Netizen for mataairradio)

Kondisi truk yang dikemudikan Abdul Malik, warga Desa Tugu Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, seusai menabrak trotoar pascakena kereta lepas dari gandengan truk di Jalan Pantura wilayah Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Sabtu (23/1/2016) pagi. (Foto: Citizen for mataairradio)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kecelakaan melibatkan dua truk terjadi di Jalur Pantura wilayah Desa Pantiharjo Kecamatan Kaliori, di dekat SMAN 3 Rembang, Sabtu (23/1/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa itu dipicu lepasnya kereta gandeng dari truk plat merah yang mengenai truk lainnya.

Truk plat merah W 8097 PP yang ditengarai milik instansi pekerjaan umum melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, kereta tempel yang biasa dipakai untuk keperluan pengaspalan jalan, lepas dari gandengan truk.

Sementara dari arah berlawanan melaju truk lain H 1822 DN. Sopir truk yang melaju dari arah timur itu tidak bisa menghindar ketika ditimpa kereta tempel yang lepas, sehingga truk oleng ke kiri dan menabrak trotoar sampai kepala kendaraannya ringsek parah.

Menurut Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Ipda M Syafi Karim, sopir truk itu selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Hingga Sabtu (23/1/2016) siang, sopir truk plat merah yang bernama Samsudin (24) warga Tuyuhan-Pancur, masih diperiksa oleh penyidik Satlantas Polres Rembang.

Sementara sopir truk yang jadi korban, Abdul Malik (23), warga Tugu Kecamatan Sayung-Demak, sempat dibawa ke rumah sakit.

“Namun karena luka ringan, yang bersangkutan meminta rawat jalan,” katanya.

Ipda Karim mengaku mencecar sopir truk plat merah dengan pertanyaan soal apakah kereta tempel itu tidak dicek dulu, sehingga sampai lepas di tengah perjalanan. Yang demikian membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Kasus gandengan lepas atau ban lepas, tidak hal baru,” katanya.

Hanya saja ketika terjadi lagi kasus seperti itu di Rembang, pihaknya mengimbau agar para sopir mengecek kelengkapan kendaraan misalnya ban, angin, rem, dan gandengan, sebelum melaju di jalan raya.

“Demi keselamatan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan