Kepadatan Kendaraan Meningkat, Rembang Butuh Empat Setopan

Kamis, 15 Oktober 2015 | 18:06 WIB

 

Pemasangan traffic light di pertigaan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Pemasangan traffic light di pertigaan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jalur Pantura wilayah Kabupaten Rembang disebut membutuhkan tambahan empat setopan (traffic light), salah satunya karena tingkat kepadatan arus kendaraan yang meningkat signifikan pada tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Rembang Suyono, kepadatan arus kendaraan di Jalur Pantura Rembang telah mencapai 21.000 kendaraan per hari, atau melonjak 8.000 kendaraan dibandingkan yang pernah tercatat pada tahun 2013.

“Tahun 2013 hanya 14.000 kendaraan per hari tingkat kepadatan arus kendaraan di Jalur Pantura Rembang. Kini sudah 21.000 kendaraan per hari. Butuh tambahan lagi 4 traffic light,” terangnya.

Tambahan setopan diusulkannya di Pertigaan Tambakagung-Kaliori, kawasan Pasar Sluke, Pertigaan Pandangan, dan Pertigaan Kragan. Suyono menyatakan sudah mengusulkan penambahan setopan itu kepada Kementerian Perhubungan.

“Usulan itu dimungkinkan disetujui tahun depan,” katanya.

Selain di Jalur Pantura, tahun depan, pihak Dinas Perhubungan juga merencanakan menambah dua titik setopan. Satu titik sudah ditetapkan di Pertigaan Sale, sedangkan satu titik lainnya masih bersifat pilihan, yaitu antara di Perempatan Landoh-Sulang dan Pertigaan Pasar Sedan.

“Beberapa ruas yang rawan seperti kawasan Tembok Malang, di ruas Jalan Wahidin, perlu ditambahi lampu peringatan,” tandasnya.

Sementara pada tahun ini, Dinas Perhubungan Rembang sedang merampungkan pemasangan tiga titik setopan, masing-masing satu di Jalur Pantura Pertigaan Pasar Sarang serta di Perempatan Selatan Alun-alun Rembang dan Pertigaan Koramil Pamotan.

“Tiga titik traffic light yang sekarang dalam proses pemasangan, ditargetkan sudah akan tuntas terpasang pada akhir Oktober ini. November nanti, traffic light itu sudah akan difungsikan bagi pengguna jalan,” tegasnya.

Pihak Dishubkominfo Rembang menambahkan, setiap pemasangan setopan, tidak hanya berupa traffic light, tetapi juga termasuk markah jalan dan rambu pendahulu. Menurut Suyono, pengoperasian setopan juga akan dikawal dengan petugas pemantau ketaatan.

Tetapi pengawasan itu tidak akan berlangsung lama. Sebab Suyono yakin, mereka yang memperoleh SIM lewat serangkaian seleksi ketat, akan tahu maksud markah jalan dan rambu pendahulu.

“Ya perlu kami kawal dulu, satu atau dua minggu,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan