Kemenag Tepis Kabar Korban Mina asal Rembang

Jumat, 25 September 2015 | 18:39 WIB
Ilustrasi (Foto: smh.com.au)

Ilustrasi (Foto: smh.com.au)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang memastikan tidak adanya jemaah calon haji asal kabupaten ini yang jadi korban musibah di Mina. Kepastian itu diperoleh Kemenag Rembang setelah berkomunikasi dengan tim pendamping haji daerah di Mekkah, Arab Saudi.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kemenag Rembang Shalehuddin, saat insiden itu, tidak ada satu pun dari jemaah asal Rembang yang berangkat ke jamarat. Sesuai jadwal, calon haji Rembang baru akan melempar jumrah selepas zuhur kemarin (24/9/2015).

Sementara mereka yang menjadi korban musibah di Mina itu adalah yang berangkat ke jamarat pada pagi hari, dengan dalih memilih waktu yang dianggap sebagai saat terbaik. Shalehuddin menegaskan, ketika insiden Mina, hampir semua jemaah asal Rembang baru bersiap-siap berangkat melempar jumrah.

“Tidak ada (korban insiden di Mina) asal Rembang. Itu WNI yang jadi korban, yang nekat menerobos jadwal. Jadwal yang dari Indonesia, mestinya baru selepas zuhur,” terangnya.

Pernyataan Shalehuddin tersebut sekaligus menebis kabar yang berembus di media mengenai adanya korban Mina yang berasal dari Rembang. Ia menduga, kabar itu diperoleh sebagian orang setelah melakukan perselancaran di dunia maya. Insiden Mina yang tahun 2004, dikira yang baru saja terjadi.

11 tahun silam itu, memang ada insiden Mina yang menewaskan di antaranya dua calon haji asal Rembang, masing-masing dari Punjulharjo-Rembang serta Pohlandak-Pancur. Ketika itu kepadatan dan desak-desakan antara jamaah yang akan keluar dan jamaah yang akan masuk melontar jumroh jadi pemicunya.

Lalu apa kegiatan jemaah asal Rembang pada Jumat (25/9/2015) ini? Menurut Shalehuddin, mereka sedang menjalani rukun haji berikutnya yaitu tawaf atau berjalan mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali. Mengenai kesehatan mereka, hampir semuanya sehat, meski ada yang menjalani ibadah di atas kursi roda.

“Saat ini sedang tawaf. Alhamdulillah semua sehat,” tegasnya.

Setidaknya 717 jemaah haji meninggal dan 805 terluka karena terinjak-injak saat melakukan pelemparan jumrah di Mina, Kamis, 24 September kemarin, menurut Saudi Civil Defense.

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman, memberikan keterangan pers terkait musibah tersebut. Raja Salman menyampaikan duka cita yang mendalam dan menyatakan akan melakukan review atau peninjauan kembali terkait pelaksanaan ibadah haji.

Menurut kantor berita Al Arabiya, Raja Salman ingin ada peninjauan kembali dalam perencanaan rangkaian ibadah haji. Ia juga menyatakan perlunya investigasi yang mendalam terkait musibah yang memilukan tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan