Kemarau Panjang Dongkrak Harga Ketela Petani Rembang

Sabtu, 5 September 2015 | 16:33 WIB
Petani di Desa Padaran Kecamatan Rembang memanen ketela mereka, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Petani di Desa Padaran Kecamatan Rembang memanen ketela mereka, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Rembang mendongkrak harga ketela petani di daerah ini.

Sejak bulan Puasa hingga setidaknya Sabtu (5/9/2015) ini, harga ketela masih bertengger di angka Rp2.000-Rp2.500 per kilogram.

Zainal, petani ketela asal Desa Padaran Kecamatan Rembang mengatakan, harga ketela jenis daplang dan markonah yang dikembangkannya, melejit dari tahun lalu, yang hanya Rp1.200-Rp1.500 per kilogram.

“Tetapi produktivitasnya turun cukup drastis, dari 6 ton menjadi 4 ton per hektare,” ujarnya kepada mataairradio.

Shodiqin, petani lainnya asal Desa Panohan Kecamatan Pamotan menambahkan, meski mendongkrak harga, kemarau panjang memukul produktivitas per hektare lahan ketela.

“Kemarau yang datang lebih awal dari perkiraan petani, membuat pertumbuhan ketela terhambat,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dari belasan petani yang menanam ketela di lahan tepi hutan, hampir semuanya tidak banyak menikmati kenaikan harga. Jika musim lalu, misalnya satu petak ketela masih kuat menghasilkan Rp7juta, saat ini hanya Rp2juta.

“Banyak tanaman ketela yang tak berbuah lebat seperti biasanya,” tandasnya.

Ishlahudin, bakul ketela asal Desa Warugunung Kecamatan Bulu mengatakan, harga ketela sedang bagus-bagusnya. Jika sepekan lalu masih Rp2.200 per kilogram, kini sudah Rp2.500 per kilogram.

“Kenaikan harga ketela karena barang di pabrik yang tidak semelimpah biasanya,” tambahnya.

Dia membenarkan, secara produktivitas, hasil panen ketela petani, menurun jika dibandingkan musim lalu. Hal itu sebagai akibat kemarau panjang. Ketela, menurutnya, tidak butuh banyak air, tetapi juga tidak bisa terlalu kering.

“Berkurangnya pasokan ketela, karena jumlah petani yang menanamnya, berkurang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan