Kemarau di Rembang Berlangsung Hingga November

Rabu, 12 September 2018 | 19:36 WIB

Warga Desa Jukung Kecamatan Bulu mengatre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari PT Semen Gresik Rembang, Tbk Rabu (12/9/2018) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

BULU, mataairradio.com – Musim kemarau pada tahun 2018 di Kabupaten Rembang, diprediksi akan berlangsung hingga akhir November.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Purwadi Samsi mengatakan, perkiraan tersebut berdasarkan data rilisan dari Badan Meteorologi Klimatografi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah, meskipun sudah terjadi hujan namun, Kabupaten Rembang diperkirakan masih tetap akan kemarau setidaknya hingga akhir Bulan November mendatang.

“Sebagai bentuk antisipasi dampak kekeringan yang semakin parah, BPBD Rembang akan terus berupaya untuk tetap memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat,” ujar Purwadi.

Diantaranya, koordinasi dengan pihak swasta supaya ikut membantu untuk memberi bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

Ia menyebutkan, anggaran dana antisipasi bagi korban kekeringan sebesar Rp70 juta pada tahun ini sudah habis. Pihaknya butuh kerjasama perusahaan untuk mengkaver bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Bahkan hingga kini sudah terkumpul dana sebanyak Rp80 juta dari lima perusahaan yang bersedia untuk ikut membantu mencukupi air bersih bagi masyarakat,” ungkapnya, pada Rabu (12/9/2018) siang.

Selaku Penanggung Jawab CSR pada perusahaan semen PT Semen Gresik Rembang, Tbk Suwoko mengatakan, tiap tahun pihaknya menganggarkan dana tanggung jawab sosial salah satunya untuk membantu masyarakat.

“Saat ini, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah guna ikut memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis air,” terangnya.

Ia menyebutkan, tahun ini PT Semen Gresik Indonesia, Tbk akan mendistribusikan bantuan berupa air bersih sebanyak 250 tangki dengan masing-masing kapasitas tangki 5.000 liter.

“Pada hari ini, Rabu (12/9/2018) kita telah memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat di Desa Jukung-Bulu, yang masuk sebagai desa yang mengalami kekeringan,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun mataairradio.com di Kecamatan Bulu terdapat tiga desa yang hingga saat ini mengalami kekeringan, diantaranya adalah Desa Jukung, Warugunung, dan Pondokrejo.

Hingga saat ini baru dua desa yang telah mendapat bantuan air bersih, yakni Desa Jukung dan Pondokrejo.  Sedangkan untuk Desa Warugunung belum menerima bantuan air bersih.

Kedua desa tersebut menerima bantuan air bersih sebanyak enam tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan