Satu Keluarga di Sumurtawang Disambar Petir

Minggu, 27 April 2014 | 14:44 WIB
Istri dan anak Abdul Ghofur warga Sumurtawang Kecamatan Kragan yang rumahnya disambar petir pada Minggu (27/4) dini hari. (Foto:Pujianto)

Istri dan anak Abdul Ghofur warga Sumurtawang Kecamatan Kragan yang rumahnya disambar petir pada Minggu (27/4) dini hari. (Foto:Pujianto)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Tiga orang dalam satu keluarga mengalami luka-luka setelah petir menyambar rumah milik Abdul Ghofur, warga Sumurtawang Kecamatan Kragan, Minggu (27/4) dini hari. Petir menyambar setelah hujan turun semenjak jam setengah 12 malam.

Abdul Ghofur mengaku sedang menonton televisi bersama istri dan anaknya, sebelum kejadian. Namun lantaran hujan turun semakin deras, dia bergegas mematikan televisi dan menuju ke kamar.

Belum sampai pulas tertidur, tiba-tiba kilatan petir masuk ke kamar dan menyambar mereka hingga terluka bakar. Sambaran petir merusak pula televisi dan perabotan di ruang tengah, atap genting, serta pondasi rumah.

Ghofur mengucap syukur, Yuni Purwati istrinya dan Nur Ikhsan, anaknya yang baru berumur empat tahun, selamat dari bencana. Dia pun memeriksakan kondisi kesehatan keluarganya ke Puskesmas Kragan pada Minggu (27/4) pagi.

Menurutnya, akibat kerusakan perangkat elektronik dan beberapa bagian rumahnya, kerugian ditaksir sekitar Rp2,5 juta. Hingga Minggu (27/4) menjelang siang, rumah korban yang terletak tak jauh dari Pantai Sumurtawang, masih ramai.

Sejumlah warga tampak berdatangan untuk sekadar mengecek kondisi terakhir korban dan bersimpati. Ghofur tidak berharap bantuan dari Pemkab Rembang. Sebab dia sudah cukup berterima kasih kepada yang Kuasa, karena keluarganya lolos dari nahas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, masa pergantian musim dari penghujan ke kemarau, rentan dengan petir dan angin kencang.

Dia berharap, warga dalam kewaspadaan di musim pancaroba ini. Apalagi, hujan deras juga berpotensi longsor di daerah perbukitan seperti Lasem, Sluke, Sedan, Pancur, dan Sale. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan