Uji Kelayakan Bus dan Angkutan Lebaran di Rembang Diperketat

Sabtu, 19 Juli 2014 | 15:22 WIB
Bus antarkota antarpropinsi (Foto:Rif)

Bus antarkota antarpropinsi (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Uji kelayakan bus dan angkutan Lebaran di Kabupaten Rembang diperketat. Pengetatan uji kelayakan ini sebagai antisipasi kecelakaan lalu-lintas yang rawan saat arus mudik dan balik Lebaran.

Pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang tidak memberikan toleransi pada angkutan barang dan penumpang yang dinilai tidak layak beroperasi di jalan raya. Semua angkutan barang dan penumpang yang dinilai masih kurang laik harus diperbaiki dulu oleh pemiliknya.

Kepala Dishubkominfo Suyono memberikan stiker laik jalan, hanya terhadap angkutan penumpang yang telah diuji KIR secara ketat. Tidak diperbolehkan adanya uji KIR “tembak” karena semua kelengkapan akan diteliti secara rinci. Pengetatan ini hanya berlaku untuk bus antarkota dalam provinsi, sedangkan yang antarprovinsi, akan dilakukan pengecekan di terminal pada pekan depan. Pengecekan termasuk kesehatan sopir dan kelengkapan armada angkutan.

Menyongsong arus mudik dan balik Lebaran 1435 Hijriah, Pemkab Rembang menyiapkan 44 unit bus AKDP dan dua cadangannya, 32 unit bus AKAP dan empat cadangannya, 185 unit bus pariwisata, 117 unit bus perbatasan, serta 303 unit angkutan perdesaan.

Menurut Suyono, penumpang arus mudik dan balik Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sekitar tiga persen. Tahun ini, diprediksi 157.870 penumpang dari arah Semarang, dan 165.420 orang dari arah Surabaya. Tingkat lonjakan pemudik ini, dianggap tidak signifikan.

Pihak Dinas Perhubungan juga meminta kepada pemudik, agar mewaspadai perbaikan jalan yang sudah dihentikan, yakni di Jembatan Kaliori dan Ngacor Kragan, serta pasar tumpah di Sarang, Kragan, Lasem, Pentungan, serta di depan Taman Kartini Rembang. Suyono menyebut sudah ada rambu di titik ini.

Arus mudik Lebaran diperkirakan berlangsung mulai Kamis 24 Juli, dan akan mencapai puncaknya pada 26 atau 27 Juli mendatang. Sementara arus balik diprediksi berlangsung mulai 30 Juli, dan akan mencapai puncaknya pada 2 atau 3 Agustus mendatang.

Suyono menambahkan, semua usaha perbengkelan baik sepeda motor maupun mobil, diharapkan tetap membuka layanan selama arus mudik dan saat hari Lebaran. Ada enam lokasi bengkel di Rembang dan dua lokasi bengkel di Lasem yang disiagakan saat arus mudik dan balik Lebaran. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan