Kekurangan Siswa, Tiga Sekolah Buka “Lapak” di Sekolah Lain

Rabu, 22 Juni 2016 | 13:46 WIB
Meja pendaftaran untuk PPDB SMP Muhammadiyah Rembang yang menumpang di SMP Negeri 5 Rembang. Dua sekolah lainnya, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 6 Rembang, juga melakukan hal yang sama untuk mengatasi kekurangan siswa. (Foto: Pujianto)

Meja pendaftaran untuk PPDB SMP Muhammadiyah Rembang yang menumpang di SMP Negeri 5 Rembang. Dua sekolah lainnya, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 6 Rembang, juga melakukan hal yang sama untuk mengatasi kekurangan siswa. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga sekolah diketahui menumpang membuka meja penerimaan peserta didik baru di sekolah lainnya lantaran masih kekurangan siswa hingga batas akhir PPDB, Rabu, 22 Juni 2016.

Tiga sekolah itu adalah SMP Muhammadiyah, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 6 Rembang. Panitia PPDB dari tiga sekolah itu diketahui buka “lapak” di SMP Negeri 5 Rembang pada hari terakhir penerimaan peserta didik baru.

Mereka menumpang membuka meja PPDB di SMP tersebut karena pada hari terakhir ini, ada 100 lebih calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah itu karena over muatan.

SMP Negeri 5 Rembang hanya menampung 288 siswa dalam 9 rombel dengan kapasitas 32 orang per kelas, sedangkan jumlah pendaftar mencapai 400 orang lebih.

“Kami tidak akan menambah rombel menjadi lebih dari 9. Kami nggak punya tanah untuk buat gedung baru lagi. Memang ada beberapa dari warga yang ingin kami tambah rombel. Tetapi sepertinya tidak mungkin,” ujar Sri Harini, Kepala SMP Negeri 5 Rembang.

Supardi, Humas SMP Negeri 6 Rembang menyebut terobosan membuka “lapak” di SMP Negeri 5 tebilang efektif dan efisien untuk upaya mengatasi kekurangan siswa.

“Mereka yang tidak tertampung di SMP 5, bisa secara lebih singkat dan dekat, kami tampung. Kami sudah melakukan langkah seperti ini lima tahun terakhir,” terangnya.

Ia menyebutkan, sekolahnya membuka empat rombel pada masa PPDB tahun ini. Jika mengacu hasil PPDB tahun kemarin, SMP Negeri 6 Rembang mendapat empat rombel dengan jumlah siswa per kelas 22 orang.

“Untuk tahun ini, kami belum tahu bisa dapat empat rombel atau tidak. Soalnya, saya standby di sini (SMP Negeri 5, red.) sejak kemarin. Hasil di sini dengan yang di sekolah, belum dijumlah. Semoga bisa empat rombel lagi,” tandasnya.

Tasuli, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dari SMP Negeri 4 Rembang juga mengatakan, sekolahnya kekurangan siswa baru sehingga ada terobosan membuka lapak di sekolah lain yang berkemungkinan “menolak” murid.

“Tahun kemarin, kami cuma dapat dua rombel atau sejumlah 41 siswa baru. Yang tahun ajaran baru nanti naik kelas III, jumlahnya 46. Dengan buka lapak di sini, harapan kami, bisa dapat empat rombel,” jelasnya.

Dari target empat rombel itu, saat ini, menurutnya sudah dapat 2,5 rombel, sedangkan dari hasil buka lapak di SMP Negeri 5 Rembang didapatkan tambahan 20 calon siswa baru atau setara satu rombel minimal, sehingga dapat 3,5 kelas.

“Semoga kami bisa empat rombel tahun ini. Memang kendala letak sekolah kami yang agak jauh dari kota, memberi pengaruh terhadap aliran siswa baru. Pertimbangannya transportasi. Kalau nggak begitu mungkin antarjemput. Jadi dianggap repot oleh sebagian orang tua,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan