Kekeringan Terus Meluas, Dua Kecamatan Masih Bebas

Senin, 7 September 2015 | 16:58 WIB
Ilustrasi Kekeringan. (Foto: liputan6.com)

Ilustrasi Kekeringan. (Foto: liputan6.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Memasuki puncak musim kemarau, krisis air bersih di Kabupaten Rembang terus meluas.

Sampai dengan Senin (7/9/2015) pagi, tercatat sudah 58 desa di 12 kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih.

Kini tinggal dua kecamatan saja, yaitu Sarang dan Gunem, yang desa-desanya masih terbebas dari dampak kekeringan.

Menurut Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan pada BPBD Rembang Ahmad Makruf, beberapa desa krisis air belakangan ini adalah Manggar dan Labuhan Kidul Kecamatan Sluke.

“Ada juga Ketangi-Pamotan, Gemblengmulyo-Pancur, Sendangasri-Lasem, dan Gunungsari-Kaliori,” ungkapnya.

Makruf juga menyebutkan, sejak Juli sampai akhir pekan pertama September, sudah 773 tangki air yang dikucurkan kepada warga yang kekeringan.

Jumlah itu gabungan dari APBD dan dari Bakorwil I Jawa Tengah.

Jatah dari APBD Rembang sendiri, baru tersalur 330 tangki dari alokasi 1.384 tangki.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rembang mengaku terbantu dengan terus dikucurkannya dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari berbagai pengusaha.

“Dengan dibantu CSR, umur stok persediaan bantuan dari APBD menjadi panjang, sebagaimana prediksi lama kemarau tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, jika mengacu pengalaman tahun 2013, pada pertengahan September, dimungkinkan ada sampai 62 desa di Kabupaten Rembang yang akan krisis air bersih.

Makruf menambahkan, pihaknya tidak terpikir membuat hujan buatan guna membantu mengatasi kondisi kekeringan, karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan