Kejati Tahan Kepala Bidang Cipta Karya DPU Rembang

Senin, 4 Mei 2015 | 18:43 WIB
Chaeron, Kepala Bidang Cipta Karya DPU Rembang. (Foto: Pujianto)

Chaeron, Kepala Bidang Cipta Karya DPU Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah akhirnya menahan Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Chaeron dalam kasus dugaan korupsi proyek penyehatan lingkungan permukiman (PLP) tahun 2013 senilai Rp1,2 miliar, Senin (4/5/2015) siang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Eko Suwarni yang dihubungi mataairradio dari Rembang mengungkapkan, pekerjaan yang diduga dikorupsi tersebar di enam titik. Satu ditangani Kejati, lima ditangani Kejari.

“Yang ditangani Kejati itu PLP jalan. Nilai kerugiannya Rp66,7 juta,” ungkap Eko tanpa menyebutkan lokasi proyek yang disebutnya senilai Rp200 juta itu.

Sedangkan yang ditangani di Kejari nilai kerugiannya masing-masing Rp52,4 juta dan Rp57,6 juta dari PLP di Dusun Nganguk, Rp33,9 juta di Dusun Pentil, dan Rp34,8 juta dari proyek PLP di Dusun Mulo Desa Gunungsari-Kaliori.

“Satu lagi, nilai kerugian Rp56,5 juta dari PLP di Desa/Kecamatan Kragan. Total kerugian negara dari keenam proyek itu Rp301,7juta,” sambungnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto mengaku terbantu dengan penahanan Chaeron.

“Kami terbantu dengan penahanan Pak Chaeron. Yang bersangkutan tidak lagi bisa mengubah barang bukti seperti yang diduga dilakukan belum lama ini,” ujarnya.

Soal pemeriksaan terhadap Chaeron terkait kasus yang ditangani di Kejari Rembang, Eko akan melanjutkannya dengan mendatangi tersangka langsung ke Semarang.

“Namun tidak serta merta saat ini karena menunggu kelengkapan berkas pemeriksaan terhadap saksi-saksi di Rembang,” terangnya.

Rabu (6/5/2015) nanti, Kejari akan memanggil tujuh rekanan yang terlibat dalam kasus Chaeron. Pegiat antikorupsi di Rembang Bambang Wahyu Widodo meminta kepada Kejati Jawa Tengah agar menyentuh juga otak penyimpangan proyek, termasuk kuasa pengguna anggaran yang diduga turut terlibat.

“Kalau PPK proyeknya kena, semestinya kuasa pengguna anggarannya juga kena,” katanya.

Sementara itu dengan masuknya Chaeron, maka sejauh ini sudah dua orang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Rembang yang berada dalam tahanan Kejati Jawa Tengah.

Sebelumnya Kepala Bidang Sumber Daya Air Sinarman telah lebih dahulu ditahan oleh Kejati. Sinarman diduga mengorupsi proyek pemeliharaan drainase di Dusun Sulo Desa Kenongo, Sedan.

Selasa (5/5/2015) ini, menurut rencana, Kepala Bidang Bina Marga Raharjo dipanggil oleh penyidik di Kejati untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan jalan di ruas Sulang-Sumber-Kaliori senilai Rp6 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan