Kejari Segera Eksekusi Ketua DPC PDI-P Rembang

Rabu, 19 Juli 2017 | 22:41 WIB

Ketua DPC PDIP Perjuangan Rembang Sumadi HS seusai pelantikan anggota DPRD hasil Pemilu 2014 atas nama Sumarsih, Kamis (9/10/2014). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rembang akan melakukan eksekusi terhadap Sumadi, terpidana kasus korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pada Kamis (20/7/2017).

Eksekusi ini setelah sebelumnya atau pada Selasa (18/7/2017) lalu, pihak Kejari sudah melayangkan surat panggilan eksekusi terhadap Sumadi yang seorang kontraktor proyek sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Rembang ini.

Surat panggilan tersebut merupakan yang ketiga kalinya sejak perkara tersebut diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang pada bulan April 2017. Eksekusi Sumadi ini terkesan berlarut karena alasan terpidana sakit.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Rembang Rizal Ramdhani menyatakan, berdasarkan hasil pengecekan petugas dan rekam medis, Sumadi yang divonis 1,5 tahun penjara ini menderita banyak penyakit.

“Penyakit yang paling parah diderita oleh Sumadi adalah gangguan syaraf dan pembuluh darah sebagaimana tercatat pada rekam dan keterangan medis yang diserahkan terpidana kepada Kejari untuk penundaan eksekusi,” katanya.

Surat panggilan eksekusi tersebut mencantumkan waktu pukul 10.00 WIB. Namun Rizal tidak menyebutkan teknis eksekusinya. Hanya saja, pihaknya berjanji mengabarkan eksekusi tersebut kepada awak media.

“Jika eksekusi badan terhadap terpidana bisa kita lakukan, maka selanjutnya mengenai kondisi kesehatan terpidana bisa kita pantau di rutan setelah pelaksanaan eksekusi. Begitu bisa dieksekusi kami akan kabari rekan media,” ucapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan