Kejari Rembang Tangani Kasus Paving setelah Pilkada

Sabtu, 7 November 2015 | 17:37 WIB
 Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Eko Yuristianto tampak mengecek paving pada proyek pemavingan bahu jalan di ruas Sale-Tahunan, dengan berbaju trabas, Kamis (5/11/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)


Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Eko Yuristianto tampak mengecek paving pada proyek pemavingan bahu jalan di ruas Sale-Tahunan, dengan berbaju trabas, Kamis (5/11/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang akan menangani secara serius indikasi penyelewengan proyek pemavingan bahu jalan di ruas Sale menuju Tahunan Kecamatan Sale, setelah perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto, Sabtu (7/11/2015) siang menyatakan, sudah menyampaikan indikasi penyelewengan proyek senilai Rp3,3 miliar itu ke Kajari, tetapi belum secara detail.

“Kami langsung sounding ke Pimpinan setelah cek lapangan, 5 November lalu. Tapi belum kami sampaikan detail, hanya poin-poinnya saja,” katanya kepada mataairradio.

Setelah penyampaian itu, Eko mengatakan, akan menunda dulu penanganan indikasi penyelewengan proyek yang rampung akhir 2012 silam itu. Dia menyatakan akan menyelesaikan dulu berkas kasus dugaan korupsi di lingkup Dinas Pekerjaan Umum, sampai kira-kira setelah pilkada.

“Kita pending dulu agar kita fokus ke berkas yang DPU itu, yang soal rekanan itu. Nanti lah setelah pilkada. Tapi tidak ada kaitan antara penegakan hukum dengan pilkada. Penegakan hukum ya penegakan hukum,” terangnya.

Eko yang dihubungi melalui saluran telepon menegaskan, jika dilihat dari nilai proyek yang besar dan perbandingannya dengan kondisi di lapangan, maka indikasi penyelewangan itu kuat.

“Kalau melihat kondisi di lapangan dan jika dibandingkan dengan besarnya anggaran, kok nggak mungkin segitu (tidak sampai Rp3,3 miliar, red.). Tapi kami belum melihat dokumen kontrak atas pekerjaan tersebut,” tandasnya.

Pihaknya juga mengaku belum tahu secara persis, apakah pemavingan itu terbatas di ruas Sale-Tahunan ataukah ada di ruas lain. Yang jelas, Kejari memerlukan dokumen pekerjaan itu di masa penyelidikan.

“Biasanya kan ada yang terpencar, terpisah-pisah. Yang di Sale-Tahunan itu apakah hanya itu saja atau ada di ruas lain juga, kita harus lihat kontrak dulu,” tegasnya.

Mengenai gambaran waktu penerbitan surat perintah penyelidikan, pejabat yang mukim di Semarang ini mengisyaratkan menerbitkannya di pekan ketiga November.

“Kalau perintah penyelidikan mungkin baru dua minggu lagi lah ya. Karena minggu depan ini kami sibuk dengan jadwal yang telah tersusun, jadi minggu depannya lagi. Semoga tidak sampai lebih dari November perintah penyelidikannya,” harapnya.

Kasi Pidsus menambahkan, berdasarkan informasi pada papan proyek yang masih terpampang, kegiatan pemavingan bahu jalan yang diperkirakan sepanjang lebih dari enam kilometer, dikerjakan oleh PT Duta Rama asal Surabaya.

“Di lapangan itu masih ada papan proyeknya, jadi kami tahu berapa nilai anggarannya dan siapa yang mengerjakan. Proyek ini dikaver dengan dana alokasi khusus (DAK),” tambahnya.

Eko menekankan, pilihan untuk terjun langsung mengecek ruas Sale menuju Tahunan pada Kamis (5/11/2015) lalu, masih sebatas menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

“Ini kita kan menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Teman-teman media juga tahu itu. Tapi kita pastikan mendalami indikasi penyelewengan tersebut,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan