Kejari Rembang Periksa Sejumlah Pihak Ihwal Dugaan Korupsi Bantuan Dana Tebu

Senin, 10 Oktober 2022 | 23:28 WIB

Kasi Intelijen Kejari Rembang Agus Yuliana Indra Santoso menunjukan data kelompok tani di Rembang yang menerima bantuan dana tebu, kepada mataairradio.com saat ditemui pada Senin (10/10/2022) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang memeriksa sejumlah pejabat di lingkup Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, beserta beberapa pihak terkait, pada pekan lalu. Hal ini berkaitan dengan dugaan kasus rasuah yang terjadi pada program bantuan dana tebu bagi kelompok tani tahun 2020 lalu.

Kasi Intelijen Kejari Rembang Agus Yuliana Indra Santoso menyebutkan, ada dua pejabat dari Dintanpan Rembang yang telah pihaknya periksa. Yakni kepala dinas Agus Iwan Haswanto beserta eks Kabid Perkebunan Ika Himawan Affandi. Selain itu, Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Kabupaten Rembang Maryono, juga ikut diperiksa.

Pemeriksaan tersebut kata Agus, berdasarkan laporan pengaduan (Lapdu) yang diterima oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

“Ini kita dapat kiriman Lapdu (Laporan Pengaduan) ini dari Kejati Jawa Tengah. Sebenarnya Lapdunya ini ditujukan kepada Kejaksaan Tinggi, cuman didelegasikan. Dari Kejati Jawa Tengah ini mendelegasikan ke kami untuk menindaklanjuti atau mendalami apakah benarnya atas Lapdu itu. Di sini sudah beberapa orang kita panggil salah satunya Pak Ika yang sebagaimana tersebut dalam laporan, Bu Ajeng, Pak Maryono dan beberapa Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) kita random (acak),” jelas Agus, saat ditemui mataairradio.com, pada Senin (10/9/2022) siang di kantornya.

Agus menerangkan, program bantuan dana tebu pada tahun anggaran 2020 lalu, yang ditujukan bagi 123 kelompok tani tersebut merupakan program bantuan dari Dirjen Perkebunan, pada Kementerian Pertanian.

“Jadi kelompok tani kan banyak, sekitar 123 kelompok tani yang ada di Rembang yang menerima dana bantuan tersebut. Rupanya bantuan dari pemerintah pusat dari Dirjen Perkebunan. Terkait PPK-nya bukan dari sini (Rembang). PPK itu dari (Pemerintah) pusat semua. Dari sini hanya merekomendasikan dan mencatat atau merencanakan,” imbuh Agus.

Agus juga menambahkan, berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, mekanisme distribusi bantuan dana tebu tersebut tidak melalui rekening dinas, melainkan langsung ditransfer ke rekening masing-masing kelompok tani penerima bantuan.

“Jadi dari sini ini, saya mintai keterangan kemarin, ternyata dinas ini rekeningnya bukan langsung masuk ke dinas. Ternyata rekeningnya masuk ke kelompok-kelompok tani yang sudah tercantum, seperti Bansos namanya, karena ini dana hibah dari pusat,” beber Agus.

Baca juga berita terkait; http://mataairradio.com/berita-top/polemik-bantuan-dana-tebu-rembang-begini-penjelasan-dintanpan

Nilai dana bantuan yang diterima masing-masing kelompok tani beragam. Keterangan dari Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rembang, berdasarkan aduan diduga ada kelompok tani fiktif dan jumlah dana bantuan yang ditransfer tidak sesuai jumlah yang seharusnya. Pihak Kejari Rembang masih akan terus mendalami perkara ini.

“Kami masih mendalami semuanya. Aduannya adalah kelompok tani fiktif dan jumlah yang diberikan tidak sesuai yang masuk ke rekening. Misalnya harusnya Rp 60 juta, masuk rekening hanya Rp 50 juta. Itu dugaannya. Aduan atas kegiatan yang berlangsung pada 2020-2021. Pada waktu itu Pak Agus Iwan baru menjabat Kepala Dintanpan. Sedangkan Pak Ika (sekarang Camat Sulang) menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid),” tutur Agus.

mataairradio.com sudah menghubungi eks Kabid Perkebunan yang kini menjabat sebagai Camat Sulang Ika Himawan Affandi dan Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto, melalui pesan singkat. Namun hingga berita ini diunggah Kepala Dintanpan Rembang belum memberikan tanggapannya.

Sedangkan eks Kabid Perkebunan Ika Himawan Affandi membenarkan, sekitar dua pekan lalu dirinya telah menemui pihak Kejari Rembang untuk memberikan keterangannya ihwal laporan aduan dugaan perkara rasuah bantuan dana tebu bagi kelompok tani di Rembang.

Pada saat itu dirinya menyampaikan bahwa, Dinas Pertanian hanya berperan sebagai tim teknis lapangan, sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK dari pihak Kementerian Pertanian.

“Iya betul. Dah dua mingguan kayaknya, lupa hari apa. Intinya (yang disampaikan) peran dinas aja sebagai tim teknis kegiatan, PPK dari kementerian dan dana ditransfer dari Ditjenbun ke rekening kelompok tani,” ujar Ika, kepada mataairradio.com.

Ika membantah, saat disinggung soal dirinya disebut memberikan rekomendasi bagi kelompok tani. Bahwa pihak kelompok tanilah yang mengusulkan ke Kementerian. “Nggak ada rekomendasi, kelompok mengusulkan ke kementerian,” tegasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan