Kejari Minta Hartadi Kooperatif Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Selasa, 30 Juni 2015 | 20:21 WIB
Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Negeri Rembang meminta Hartadi untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan. Kejari meminta agar dia yang masih tercatat sebagai Direktur CV Shinta segera pulang dari pelarian dan memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto kepada mataairradio pada Selasa (30/6/2015) pagi mengatakan, keterangan soal status CV Shinta yang katanya sudah dibeli kontraktor berinisial SMD diperlukan, agar jelas siapa yang tanggungjawab atas dua proyek bermasalah yang kini ditangani Kejari.

“Pulang saja. Terus datang ke kejaksaan. Kita BAP. Agar semua cepat selesai. Terutama soal CV Shinta yang katanya sudah dibeli oleh SMD tahun 2008,” ungkapnya.

Dalam hal Hartadi masih menghilang, Kejaksaan mengaku terhambat dalam menyidik kasus dugaan korupsi tujuh proyek di Dinas Pekerjaan Umum. Eko juga belum bisa memeriksa kontraktor berinisial SMD, karena yang bersangkutan masih sakit. SMD pun menjadi tersangka karena masalah di proyek lain.

Sekadar diketahui, SMD adalah bos CV Sumber Alam yang mengerjakan proyek saluran di Dusun Pentil Desa Gunungsari-Kaliori yang juga diduga terjadi korupsi dengan modus menyunat volume pekerjaan dan spesifikasi proyek. Eko berharap, mereka yang terlibat agar tak takut menghadapi proses hukum.

“Ini kita mau periksa SMD juga belum bisa karena dia sedang sakit. Buat apa takut. Kan masih diuji di pengadilan. Kalau nanti nggak bersalah mesti akan dibebaskan,” tegasnya.

CV Shinta sendiri mengerjakan dua proyek penyehatan lingkungan permukiman di Dukuh Pentil dan Nganguk Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori pada tahun 2014. Dua proyek yang diduga bermasalah itu sudah menyeret pejabat DPU bernama Moch Chaeron sebagai tersangka, bahkan kini sudah ditahan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan