Kejari Masih Itung Kerugian Negara Proyek Ketua Partai

Senin, 25 Mei 2015 | 17:55 WIB
Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang hingga Senin (25/5/2015) ini masih menghitung nilai kerugian negara atas pengerjaan proyek saluran air oleh CV Sumber Alam, milik Ketua DPC PDIP Rembang Sumadi.

Kepala Kejari Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kasi Pidsus Eko Yuristianto menjelaskan, penghitungan kerugian negara itu diperlukan agar tidak ada lagi sangkalan dari kontraktor yang bersangkutan.

“Pemeriksaan kembali proyek itu oleh ahli belum lama ini, terkait tahap penyidikan kasus,” terangnya kepada mataairradio.

Meskipun pengecekan kembali proyek saluran air di Dusun Nganguk Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori itu dalam tahap penyidikan, Kejari belum akan menetapkan Sumadi sebagai tersangka.

“Apalagi, beberapa kali dipanggil, yang bersangkutan masih absen karena sakit,” ungkapnya.

Dalam hal kasus proyek pembangunan saluran air yang membelit Sumadi, menurut Eko, setidaknya ada di dua titik. Satu titik yang di Dusun Nganguk itu, dikerjakan oleh CV Sumber Alam, milik Sumadi sendiri.

“Nilainya Rp200 juta. Sedangkan satu titik lainnya, dikerjakan dengan pinjam “bendera” CV Shinta,” katanya.

Sebelumnya, ketika melakukan pengecekan proyek secara langsung di lapangan pada Rabu (20/5/2015) kemarin, tim ahli dan kejaksaan mengambil sampel berupa gempuran fisik proyek.

Proyek tersebut ditangani oleh pejabat pembina komitmen atau PPK Chaeron, yang kini sudah ditahan Kejati Jawa Tengah.

Sementara itu, Senin (25/5/2015) ini pula, penyidik di Kejari Rembang sedianya memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2013 untuk Musala Ar-Rahmah Desa Bogorejo Kecamatan Sedan HM Nurhasan. Tetapi Nurhasan yang seorang anggota DPRD Rembang lagi-lagi absen karena sakit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan