Kejari Belum Jerat Tiga Bos Rekanan DPU

Senin, 22 Juni 2015 | 18:16 WIB
Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Negeri Rembang belum menjerat tiga bos proyek atau rekanan dalam kasus yang menyeret dua pejabat DPU yakni Sinarman dan Moch Chaeron sebagai tersangka.

Ketiganya adalah bos CV Mahesa Kurung, CV Kabegjan, dan CV Shinta. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Eko Yuristianto mengakui menemui beberapa kendala. Misalnya, bos CV Shinta tertera Hartadi, tetapi faktanya sudah dibeli Sumadi, bos CV Sumber Alam, sejak 2008 silam.

Sementara hingga Senin (22/6/2015) ini, Hartadi sulit dihubungi, sedangkan Sumadi dikabarkan masih menjalani perawatan karena sakit. Pihaknya sedang mempertimbangkan agar Hartadi diperiksa ditempat. Itu pun jika Hartadi berhasil ditemui.

“Penjelasan Hartadi penting untuk menguak rekanan pekerjaan yang semestinya. Dia atau Sumadi,” tegasnya ketika ditemui mataairradio.

Sejauh ini, Kejaksaan Negeri Rembang sudah menetapkan empat tersangka dari pihak rekanan proyek DPU dalam tujuh perkara dugaan korupsi. Mereka adalah Sumadi, bos CV Sumber Alam, Sri Kustinah bos CV Karya Lestari, Marjuki pelaksana CV Restu, dan Muhtarom bos CV Restu.

Menurut Kasi Pidsus, penetapan tersangka dari pihak rekanan secara tidak berbarengan, akan berakibat pada tertinggalnya berkas dari yang kini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Tetapi baginya hal itu tidak masalah, karena bisa ditangani oleh Kejaksaan Negeri Rembang.

Selain tiga bos rekanan yang belum ditetapkan sebagai tersangka dan dua bos rekanan yang belum bisa diperiksa, penyidik kejaksaan juga masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah anggota dewan dalam tujuh perkara dugaan korupsi proyek DPU.

“Nggak masalah kalau berkas untuk rekanan ini tertinggal dari Kejati. Kita bisa proses di sini (Kejari). Soalnya kami juga mesti mendalami keterlibatan sejumlah anggota dewan dalam kasus ini,” tandasnya.

Berdasarkan catatan Kejaksaan, CV Sumber Alam menggarap proyek pemeliharaan drainase di Desa Kuangsan, sedangkan CV Shinta mengerjakan proyek PLP di Dukuh Pentil dan Nganguk Desa Gunungsari. Ketiga proyek itu digarap pada tahun 2014.

Sementara CV Karya Lestari mengerjakan proyek PLP di Dukuh Nganguk Desa Gunungsari tahun 2014, sedangkan CV Kabegjan mengerjakan PLP Jalan Banggi hingga Sidomulyo pada tahun 2013.

Lalu CV Restu menggarap pekerjaan PLP Jalan Kuangsan hingga Banggi pada tahun 2013, sementara CV Mahesa Kurung mengerjakan proyek PLP talut jalan di Dukuh Mulo Desa Gunungsari. Semua proyek yang diduga bermasalah itu terjadi di wilayah Kecamatan Kaliori.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan