Kejaksaan Akhirnya Berhasil Periksa Nurhasan

Jumat, 10 Juli 2015 | 17:08 WIB
Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan (kanan) ketika diperiksa penyidik dari Kejari setempat dengan didampingi pengacaranya, di kediaman Nurhasan, di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan, Kamis (9/7/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan (kanan) ketika diperiksa penyidik dari Kejari setempat dengan didampingi pengacaranya, di kediaman Nurhasan, di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan, Kamis (9/7/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

SEDAN, mataairradio.com – Penyidik Kejaksaan Negeri Rembang akhirnya berhasil memeriksa Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah rehab fiktif mushala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. Tetapi pemeriksaan dilakukan di tempat, di rumah Nurhasan.

Kasi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto mengaku memeriksa Nurhasan selama lebih dari tiga jam sejak pukul 14.00 WIB, Kamis (9/7/2015) kemarin. Pemeriksaan ini menjadi yang pertama setelah empat kali gagal karena Nurhasan sakit.

“Kami periksa di rumah NH. Dia kami periksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi hibah musala itu. Kita periksa mulai pukul 14.00 sampai lebih dari pukul 17.00 WIB. Hingga jelang berbuka puasa. Setelah pemeriksaan ini, kami berdoa NH segera sembuh dan bisa kami periksa di kantor,” katanya.

Nurhasan diperiksa penyidik, dengan didampingi Karyono, pengacaranya. Yang bersangkutan mengenakan sarung dan baju berwarna abu-abu. Nurhasan disebut belum pulih betul dari operasi lantaran sakit jantung, dengan bekas luka di bawah ketiaknya.

Menurut Eko, memeriksa Nurhasan yang kali ini juga masih sakit, tidak menyalahi aturan alias tetap sah. Sebab, bagi tersangka yang sakit menahun, kalau tidak segera diperiksa, bisa menghambat total penyidikan. Hingga Jumat (10/7/2015) ini, Eko belum menjadwalkan lagi pemeriksaan kepada Nurhasan.

“Saat kami periksa ya masih sakit. Tetapi kalau terus mundur, entar nggak jadi diperiksa-periksa dong. Tapi dia sudah bisa turun dari tempat tidur. Nggak di kamar, kayak pemeriksaan sebelumnya (yang gagal) itu,” tandasnya.

Sementara itu, berkas perkara lima tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk rehab fiktif mushala, sudah naik status, dari penyidikan ke penuntutan atau tahap kedua. Seperti diketahui, lima tersangka itu antara lain mandor proyek, pembuat proposal, dan pembuat LPj dana hibah tahun 2013.

Selain itu, bos material yang diduga menyediakan nota palsu dan Kepala Bagian Kesra Pemkab Rembang. Dua tersangka terakhir ini masih dalam tahanan kota. Tetapi menurut Eko, keduanya bisa ditahan di rutan lagi, ketika berkas perkara kasus itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan