Kedapatan Tenggak Miras, Peserta Thong-thong Lek Diskualifikasi

Selasa, 28 Juni 2016 | 14:17 WIB
Salah satu grup peserta festival "thong-thong lek" di Kabupaten Rembang pada tahun lalu. (Foto: nurfmrembang.com)

Salah satu grup peserta festival “thong-thong lek” di Kabupaten Rembang pada tahun lalu. (Foto: nurfmrembang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia festival musik penggugah sahur “Thong-thong Lek” Kabupaten Rembang akan menerapkan aturan tegas, yaitu diskualifikasi terhadap peserta yang anggotanya kedapatan menenggak minuman keras pada pergelaran tahun ini.

Kirab peserta “thong-thong lek” yang diwarnai aksi dalam pengaruh miras dinilai akan menodai semangat menggelar festival tahunan dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya itu di Kabupaten Rembang.

Karsono, ketua panitia festival itu mengaku kesulitan mendeteksi apabila ternyata anggota dari grup peserta lomba “thong-thong lek” menenggak miras sebelum perhelatan acara, tetapi pihaknya akan memantau setiap mereka sepanjang berlangsungnya festival.

“Tidak hanya mereka yang nekat mabuk atau berada dalam pengaruh minuman keras; yang kedapatan mengganti anggota grupnya di tengah jalan juga akan kena hukuman serupa. Semangat melestarikan tradisi dan menjaga suportivitas perlu dijaga,” katanya, Selasa (28/6/2016).

Festival yang akan digelar pada malam hari tanggal 30 Juni 2016 itu akan dimeriahkan oleh 11 grup “thong-thong lek” yang kesemuanya berkategori tradisional, alias tanpa diwarnai alat musik elektronik seperti gitar, organ, dan sejenisnya.

“Peserta festival pada tahun ini 11 grup. Pendaftaran sudah kami tutup kemarin, tanggal 27 Juni 2016. Mereka kelompok “thong-thong lek” tradisi yang bermodalkan kentongan dan semacam kendang, juga gamelan. Tidak ada alat musik elektronik,” terangnya.

Karsono yang merupakan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang mengakui, animo peserta “thong-thong lek” pada tahun ini menurun, karena pada tahun lalu jumlah peserta 18 grup.

“Kami tidak tahu secara persis penyebabnya. Tetapi nilai hadiah yang dianggap kecil, bisa jadi sebagai salah satu penyebab rendahnya animo peserta festival ‘thong-thong lek’ pada tahun ini,” paparnya.

Pada festival tahun ini nilai hadiah bagi juara pertama sebesar Rp3,5 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, sedangkan juara harapan pertama, kedua, dan ketiga masing-masing satu juta rupiah.

Menurut rencana, rute festival “thong-thong lek” sama dengan tahun lalu, yaitu dari Jalan HOS Cokroaminoto melalui Jalan Soetomo sampai pada Perempatan Zaeni belok kiri lalu lurus menuju Jalan Pemuda dan finis di kawasan Perempatan Galonan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan