Kecewa, Warga Blokir Akses Pabrik Pokphand Sendangmulyo

Sabtu, 7 Maret 2015 | 17:20 WIB
Akses masuk ke pabrik diblokir batu ukuran besar. (Foto: Pujianto)

Akses masuk ke pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia diblokir batu ukuran besar oleh warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang, Sabtu (7/3/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Akses menuju pabrik pembibitan ternak ayam milik PT Charoen Pokphand Indonesia di Desa Sendangmulyo Kecamatan Gunem diblokir oleh warga setempat, Sabtu (7/3/2015) pagi.

Sebuah batu besar berukuran sekitar satu meter diletakkan di tengah jalan, sehingga kendaraan pabrik tidak bisa melintas.

Warga menuntut kepada pabrik agar membantu memperbaiki irigasi yang rusak. Irigasi ini berada di sepanjang jalan milik desa yang selama ini dipakai oleh Pokphand untuk akses ke pabrik.

Samsudin, salah seorang warga Sendangmulyo menyebut, pihak pabrik sempat berjanji memperbaiki irigasi itu pada pertengahan Februari. Namun hingga Sabtu (7/3/2015), janji itu tak ditepati.

“Sebelum petani menyebar benih padi (musim tanam pertama), sudah ada pertemuan dengan pihak pabrik. Saat itu dijanjikan akan diperbaiki, namun tak ditepati,” bebernya.

Setelah pertemuan dengan pihak perusahaan di pabrik dan dicederai, sempat ada pertemuan lagi di balai desa setempat. Samsudin mengaku lupa kapan persisnya.

“Namun hasil pertemuan itu juga tak ditindaklanjuti. Dijanjikan lagi pertengahan Februari kemarin akan diperbaiki. Tetapi molor lagi, sehingga warga yang sudah jengah, memilih menutup jalan pagi ini,” terangnya.

Aksi blokir semacam ini, tidak sekali terjadi. Sebelum pabrik berdiri atau pada 6 Februari 2013, warga sempat memblokir akses jalan menuju bakal pabrik.

Kala itu warga menuntut perbaikan jalan usaha tani yang rusak. Warga baru membuka blokade pada dua hari berselang, setelah tuntutan dipenuhi.

Samsudin berharap, irigasi itu segera diperbaiki agar air mengalir lebih lancar. Memang, akibat kerusakan saluran irigasi yang sekarang, air masih mengalir ke sawah warga.

“Namun tidak selancar sebelumnya, ketika saluran irigasi masih normal,” tandasnya.

Pagi itu, pihak perusahaan sudah langsung turun untuk melakukan pengukuran saluran irigasi yang rusak.

“Namun warga hanya mau membuka blokade jalan, jika perbaikan sudah nyata dilakukan,” katanya yang ditemui sekitar pukul 10.00 WIB.

Untuk diketahui, PT Charoen Pokphand Indonesia di Desa Sendangmulyo Kecamatan Gunem, berbeda dari yang ada di Desa Karangasem Kecamatan Sedan.

Jika yang di Karangasem fokus pada pakan ternak, maka untuk pabrik yang di Sendangmulyo ini berkonsentrasi pada pembesaran bibit ternak ayam. Pabrik yang berdiri tahun 2013 itu melahap 22 hektare lahan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan